Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Salah satu masalah kecantikan yang sangat ditakuti wanita adalah munculnya keriput dan kerutan di wajah. Namun ternyata tidak hanya di wajah, kerutan juga bisa muncul di area belahan dada.
Munculnya kerutan di area belahan dada memang tak lazim. Kerutan ini disebabkan karena kebiasaan tidur miring.
Tentu kabar ini lebih membuat kaum hawa semakin khawatir dan mencari cara untuk mengatasinya.
Untungnya, sekarang ada alat khusus untuk mengatasi kerutan yang muncul di belahan dada.
Sebuah perusahaan terkenal yang membuat produk anti-aging baru saja meluncurkan bantal untuk payudara. Bantal payudara ini telah dirancang khusus seperti bra untuk melawan kerutan yang muncul di belahan dada.

Sesuai namanya, bantal ini dipakai seperti bra. Bantalannya akan menahan payudara setiap kali pemakainya tidur miring.
Menurut perusahaan tersebut, bantal payudara itu sangat membantu dalam mengatasi masalah lipatan kulit dan kerutan saat tidur miring.

" Wajib dimiliki oleh mereka yang ingin punya payudara indah," tulis situs perusahaan yang memproduksi bantal payudara ini.
Di situs perusahaan, bantal payudara berwarna merah mudah itu dijual dengan harga US$69 atau Rp977 ribu.
Kemunculan produk yang terdengar asing ini memicu perbincangan hangat di kalangan netizen. Tak sedikit yang menganggapnya sebagai produk aneh dan tidak berguna bagi kaum wanita.

Beberapa bahkan menganggap bantal payudara ini malah membuat wanita tak percaya diri dengan bentuk tubuhnya. " Kerutan belahan dada? Seiring bertambahnya usia, kulit pasti berkerut. Alami. Ini konyol," tulis Joe Sabin.
" Aku sudah tak punya tenaga untuk memikirkan kerutan lainnya selain di wajah," kata Amy Brown. (mut)
Sumber: Times of India
Dream - Tren fashion tak hanya membahas apa yang bisa dilihat oleh mata publik, namun juga benda pribadi seperti pakaian dalam.
Alat penutup dada alias bra sejatinya telah ditemukan di Perancis pada 1910 silam. Namun tidak semua wanita bisa memakainya.
Di Jepang, masih sedikit wanita yang mengenal bra hingga akhir Perang Duia II. Mereka masih mengandalkan kain untuk melilit dada. Hal ini menyebabkan bentuk payudara cenderung lebih datar.
Hingga di 1946, Koichi Tsukamoto mempelopori pakaian dalam bergaya western seperti bra, korset dan lingerie. Tren pakaian dalam terus berevolusi sepanjang tahun.

" Saat ini sudah banyak bra yang tanpa busa. Namun saat ini orang cenderung memilih yang non wire atau tanpa kawat. Banyak bra mulai berinovasi dengan desain yang mampu menopang meski tanpa kawat," tutur Jilly Lim, Asisten Marketing Dept. Head PT Indonesia Wacoal di acara Wacoal 38th Anniversary, Jakarta, Kamis 19 September 2019.
Selain lebih sehat dan nyaman digunakan, bra tanpa kawat terlihat lebih estetik karena bentuknya yang sleek dan modern. Bra juga didukung dengan adjustable strap yang bisa dilepas-pasang.

Foto: Deki Prayoga/Dream
Bra kawat tidak berarti menghilang. Beberapa bra juga masih memiliki kawat, namun dengan material plastik tipis dan tersembunyi di dalam foam. Kawat seolah menghilang tanpa mengurangi fungsi penopang tubuh.
Inovasi bra kekinian juga mulai bermunclan. Seperti bra travel yang mampu dilipat tanpa merubah bentuk bra dan praktis dibawa berpergian.
Dari segi desain, bra mulai beralih ke model lebih simpel dan modern. Karakter ini mengikuti tren busana minimalis yang kian digandrungi.

Foto: Deki Prayoga/Dream
" Selain bra, ada juga berbagai jenis pakaian dalam lain seperti korset dan lingerie," imbuhnya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya