Hijab Cantik yang Terinspirasi dari Jajanan Tradisional

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 28 September 2017 10:48
Hijab Cantik yang Terinspirasi dari Jajanan Tradisional
Vivy Yusof bahkan akan menyumbangkan hasil penjualan hijab ini kepada para penjual jajanan kaki lima yang ditemuinya.

Dream - Keindahan alam dan keberagaman budaya di sebuah kota, kerap menginspirasi desainer hijab dalam merancang busana. Mereka akan menuangkannya dalam motif-motif yang indah dan eksklusif, karena tidak diproduksi secara massal.

Tapi, berbeda dengan desainer hijab asal Malaysia, Vivy Yusof yang malah menemukan inspirasi dari hal-hal sederhana. Alih-alih melakukan traveling ke luar negeri, Vivy mengaku mendapatkan ide saat melihat kue tradisional negeri sendiri.

 Thestar2© dream.co.id

Koleksi baru yang dinamakan #TheYummyDuck ini dituangkan dalam tiga syal geometris yang terinspirasi dari kue seri muka, kue lapis dan kue koci. Vivy ingin membangkitkan perasaan nostalgia dari warna-warna yang digunakan.

Tak sesederhana itu saja, karena di balik ekindahan motif yang ditampilkan ia ingin menyeritakan kisah orang-orang di balik pembuat makanan pencuci mulut itu.

Vivy yang juga pendiri The Duck Group menegaskan, koleksi ini dibuat sebagai pengharagaan yang pantas bagi orang Malaysia yang terus menjaga tradisi dan budaya agar tetap bertahan hingga saat ini.

" Saya selalu merasa tak bisa menolak para penjual kue tradisional dan saya cenderung berhenti dan membeli meskipun saat saya tidak benar-benar lapar. Mereka adalah orang Malaysia yang juga pekerja keras dan keterampilannya terancam punah jika tidak mendukung bisnisnya," ungkap Vivy dilansir Dream dari Star2 pada Kamis, 28 September 2017.

 TheStar2© dream.co.id

Demi memuluskan rencananya, Vivy mengunjungi beberapa kios kue pinggir jalan selama proses merancang konsep hijab-hijab itu. Setelah mengenal para penjual kue tradisional itu, Vivy mengakui cerita mereka begitu mencuri hatinya.

Sebut saja Paman Lee yang telah berdagang panganan tradisional selama 42 tahun terakhir, dan mungkin akan segera pensiun. Selanjutnya ada Makcik Rahmah yang melewati banyak pengalaman menantang, termasuk ketika seorang pria berani meludah di depannya.

 star2© dream.co.id

Terakhir paman Peter yang berjuang keras setiap hari. Dia mengatakan hanya mampu mendpatkan 40 RM atau Rp 120 per hari, namun tak pernah mau menyerah agar anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik.

Hasil penjualan hijab tersebut rencananya akan diberikan kepada para penjual makanan tradisional Malaysia itu. Label hijab Duck akan menyelenggarakan acara khusus, untuk memberikan hasil penjualan secara penuh kepada tiga orang inspiratif itu.

 star2© dream.co.id

" Mereka telah menjadi orang-orang yang penting selama proses perencanaan #TheYummyDuck. Meskipun sedikit malu dan ingin disebut sebagai anonim, tapi mereka sepakat mengizinkan kami membagikan kembali cerita mereka dan tantangan yang telah mereka hadapi," imbuh Vivy.

Scarf edisi terbatas ini akan dijual seharga RM 300 atau setara Rp 954 ribu. Masing-masing hadir dalam kotak keras yang dirancang unik dan dipasangkan dengan resep kue Malaysia masing-masing. (ism) 

Beri Komentar