Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Tim Muara Bagdja
Dream - Itang Yunasz meluncurkan koleksi kolaborasi teranyar dengan Kantonvie, brand hijab scarf atau segi empat. Koleksi bertajuk 'Selaksa Sarimbit Nusa' ini mengadaptasi unsur budaya Jawa dan Sumatera.
Hijab ini merupakan scarf duplex pertama di Indonesia yang menggunakan double sided textile printing technology (teknik cetak saring dua sisi bahan) sehingga dapat dikenakan bolak-balik. Jika selembar hijab biasa hanya memiliki empat sudut, Katonvie dapat dimanfaatkan untuk delapan sudut.

Hasilnya adalah scarf dengan motif sama yang secara presisi berada di bagian baliknya dengan pilihan warna yang berbeda. Hijab juga diberi sentuhan akhir guna menghasilkan tepian yang rapi untuk di kedua sisinya, sehingga tidak ada sisi depan atau pun sisi belakang.
Motif scarf kolaborasi Katonvie x Itang Yunasz mengadaptasi corak dari wastra Nusantara. Motif disulap menjadi hijab segi empat bergaya glamor dan modern.

" Justru dengan memangkas jumlah lembar scarf hijab. Sedikit banyak, dengan menciptakan kerudung bolak balik Katonvie dan Itang Yunasz sudah ikut menerapkan sustainable fashion," tutur Itang lewat rilisnya, Rabu 18 Maret 2020.
Hijab terbuat dari bahan viscose. Dari delapan koleksi yang diperkenalkan, empat corak dan warna yang diciptakan terinspirasi dari motif dengan warna pekat dan glamor gaya Sumatra seperti merah, biru, cokelat dan hijau.

Sedangkan empat lainnya terilhami dari tanah Jawa. Diantaranya motif bunga dan corak batik yang lembut dalam warna pucat seperti seladon chinese, hijau muda, tobacco dan merah muda.
“ Kami menamai Scarf hijab Katonvie sebagai kerudung 'Story You Can Wear' karena tiap lembar selendang mengandung filosofi yang dituturkan oleh motif kain daerah yang kami angkat," ujar Anthony Lim, Founder & CEO Katonvie.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya