`Hijabista` Merambah Wanita Muslim Modern

Reporter : Ismoko Widjaya
Sabtu, 24 Mei 2014 16:01
`Hijabista` Merambah Wanita Muslim Modern
Wanita muslim kini tidak lagi mengenakan pakaian polos dan tak bercorak serta berwarna suram. Mereka mengekspresikan diri dalam gaya busana kreatif tanpa mengorbankan kesopanan dan norma agama.

Dream - Mode wanita muslim modern kini semakin cepat berubah. Apalagi didorong oleh munculnya fenomena hijabista. Wanita muslim kini tidak lagi mengenakan pakaian polos dan tak bercorak serta berwarna suram. Mereka mengekspresikan diri dalam gaya busana kreatif tanpa mengorbankan kesopanan dan norma agama.

Kata hijabista memang hanya populer di antara pemakai hijab modern dan belum masuk dalam daftar kamus mana pun. Hijabista berasal dari dua kata, " hijab" dan " fashionista" . Yang berarti hijab yang mengikuti tren fashion yang biasa hadir di majalah mode dan catwalk.

Trendera, perusahaan pemeringkat tren di Amerika Serikat memasukkan hijab ke dalam daftar tren yang wajib dicermati. Namun jauh sebelum itu, Mariam Sobh, jurnalis asal Chicago meluncurkan situs Hijab Trendz sebagai wadah untuk mengamati tren hijab pada 2007.

Sejak itu, keyakinan Islam dan tren hijab berkembang dengan berbagai gaya dan model. Hal itu semakin mendapat tempat di dunia maya setelah kemunculan online shopping yang menawarkan busana muslim, hijab dan aksesoris lainnya.

Tak ketinggalan peran situs media seperti Youtube sebagai tempat untuk mengekspresikan berbagai gaya busana muslim dan hijab. Tren hijabista telah memberi pengaruh kepada wanita muslim dalam memandang diri mereka dan pandangan orang terhadap mereka.

Susan Carland, sosiolog Muslim di Melbourne Monash University menjelaskan bagaimana situs-situs sosial media seperti Instagram, Facebook dan Tumblr memberikan pengaruh. Terutama kepada para wanita muda memiliki kesadaran yang tinggi tentang kegiatan mereka.

Mereka bisa langsung berkomunikasi tentang tren hijab secara langsung dengan komunitas yang ada. Tanpa melalui orang tua yang selama ini menjadi semacam pagar sosial bagi mereka. " Argumen yang menyatakan fashion dan hijab tidak bisa akur sangat dihindari oleh mereka, dan ini adalah pandangan para orang tua," ujar Carland. (Ism, Sumber: Arabnews.com

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian