Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengendara Sepeda Motor Kerap Melakukan Hal-hal Berbahaya Tanpa Disadari. (Foto: Shutterstock)
Dream – Konsentrasi sangat diperlukan ketika berkendara sepeda motor agar perjalanan aman sampai di tujuan. Ketika sedang melajukan kuda besi, kedua tangan harus memegang setang motor dengan sempurna.
Selain untuk menjaga keseimbangan, sikap ini juga bisa menghindarkan kamu dan pengguna jalan lainnya dari kecelakaan.
Kalau sudah mengantuk dan fokus menurun, lebih baik berhenti dan menepi untuk istirahat. Memaksakan diri untuk berkendara dalam keadaan mengantuk bisa membahayakan dirimu.
Selain berkendara sambil mengantuk, kira-kira apa saja perbuatan berbahaya yang harus dihindari pengendara sepeda motor? Berikut ini adalah rinciannya, dikutip dari Planet Ban, Kamis 20 Desember 2018.
Ini kerap ditemui di jalan. Ada saja pengendara sepeda motor yang berkendara sambil merokok.
Ketika berkendara, abu rokok akan tertiup angin. Nah, kotoran ini berpotensi mengenai pengendara di belakang. Hal ini bisa membahayakan pengguna jalan lainnya jika abu rokok jatuh tepat mengenai mata. Risiko kecelakaan bisa terjadi.
2. Lupa Mematikan Lampu Sign
Pengendara sepeda motor sebaiknya memberikan tanda melalui lampu sign alias lampu sein. Tujuannya agar pengendara di belakangmu bisa mengatur jarak. Dia juga tak membatasi ruang gerak ketika berbelok.
Namun, lampu sein motor tak seperti mobil yang bisa mati otomatis setelah berbelok. Kalau lupa mematikannya, pengendara lainnya bisa menjadi bingung.
3. Menggunakan Earphone
Ada, lho, pengendara motor memilih untuk mendengarkan lagu. Mereka tak mau bosan saat menempuh perjalanan jauh. Tidak jarang juga, pengendara motor kerap menelpon seseorang sambil menggunakan earphone.
Ini berbahaya karena bisa mengurangi kepekaan telinga terhadap bunyi di sekitar kendaraan lain yang memberikan tanda dengan klakson.
4. Menyalip Dadakan
Mendahului kendaraan di depan memang bisa dilakukan dengan sejumlah ketentuan. Misalnya, melalui sisi kanan kendaraan, memastikan arah sebaliknya aman untuk mendahului, dan tidak berada di tikungan.
Jika kendaraan yang ingin didahului telah mengurangi kecepatan, sebaiknya kamu tidak langsung menyalipnya. Bisa jadi, kendaraan tersebut telah memberi jalan untuk orang yang menyeberang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya