BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi Rantai Motor. (Foto: Pixabay)
Dream – Tak hanya ban, rantai menjadi salah satu komponen penting di sepeda motor. Benda ini berfungsi untuk menggerakkan sepeda motor, selain belt dan shaft.
Dikutip dari Otosia, Selasa 18 Desember 2018, rantai motor kini sudha hadir dalam beragam jenis. Secara umum, rantai motor ada dua jenis, yaitu rantai tanpa ring dan dengan ring.
Ring atau cincin ini biasanya terbuat dari bahan karet. Letaknya berada di antara lempengan mata rantai. Jenis cincin rantai ini ada dua, yaitu O-ring dan X-ring.
Lalu apa bedanya rantai motor tanpa ring, dengan O-ring, dan X-ring?
Rantai ini merupakan jenis yang paling umum ditemui. Harga jualnya yang terbilang paling murah daripada dua jenis lainnya karena tidak dilengkapi ring.

Namun jenis ini paling lemah. Lempengan mata rantai saling bergesekan. Alhasil, tak ada tempat bagi pelumas untuk diam.
Rantai tanpa ring butuh dilimasi secara berkala. Usianya pun terbilang pendek karena cepat aus akibat gesekan dua lempengan tersebut.
Jenis rantai ini memiliki cincin yang berbentuk seperti huruf O atau melingkar. Dibandingkan rantai tanpa ring, jenis rantai ini terbilang lebih awet.
Ring tersebut berfungsi sebagai pelindung untuk menjaga pelumas tetap berada di antara lempengan mata rantai.

Meskipun demikian, pelumasan tersebut terjadi di dalam mata rantai. Bagian luar tetap perlu dilumasi secara berkala.
Selain harganya yang lebih mahal daripada rantai biasa, kemungkinan kedua logam mata rantai untuk bergesekan masih ada. Cincin karet akan menjadi lebih pipih dan membuat kedua logam bergesekan ketika terjadi pemampatan akibat tekanan.
Dari ketiganya, rantai X-ring merupakan jenis yang paling baik. Karena kemampuannya, rantai X-ring merupakan varian yang paling mahal. Fungsinya sama seperti rantai O-ring, yaitu menjaga bagian dalam rantai tetap terlumasi dengan baik.

Yang membedakan ialah bentuknya yang menyerupai huruf X membuat cincin ini tidak menjadi pipih tapi justru terpilin. Hal ini membuat kedua logam tidak akan bergesekan ketika terjadi pemampatan.
Karena kemampuan tersebut, tak heran jika harga jualnya terbilang mahal. Bahkan, rantai X-ring juga diterapkan pada beberapa ajang balap, termasuk WSBK dan MotoGP.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
