Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Beredar Brosur Mudik Sehat Dari Blue Bird Selama PSBB. (Foto: Liputan6.com)
Dream – Beberapa saat lalu, beredar brosur yang memperlihatkan paket mudik Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB atas nama Blue Bird Group. Paket mudik tersebut diberi nama " Mudik Sehat PSBB 2020"
Kabar ini beredar dalam sebuah gambar brosur di aplikasi percakapan WhatsApp pada 19 Mei 2020 dan beredar keseluruh platform sosial media.
Di dalam brosur tertera tarif yang diberlakukan kepada konsumen yang ingin mengikuti program tersebut. Berikut isi brosurnya:
" Bigbird mulai dari Rp 650 ribu
Bus 54 Seat Kapasitas 27 Penumpang
Tujuan Jawa Tengah
Rp 650.000 (one way)
Rute: Tangerang -Jakarta-Semarang-Yogyakarta
Tujuan Jawa Timur
Rp 850.000 (one way)
Rute: Tangerang-Jakarta-Surabaya
Arus Mudik: 19 Mei s/d 23 Mei 2020
Arus Balik: 26 Mei s/d 2 Juni 2020
Untuk pemesanan tiket, hubungi:
0811 1794 1234
0811 1453 456”
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang perusahaan transportasi Blue Bird Grup yang membuka program mudik di tengah pandemi virus corona COVID-19.
Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci " blue bird mudik" . Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai program mudik dari Blue Bird Grup tersebut.
Satu di antaranya artikel berjudul " Blue Bird: Tidak Ada Program Mudik Sehat" yang dimuat situs Liputan6.com pada 19 Mei 2020.
Bantah
Blue Bird Group membantah perusahaan menawarkan paket mudik sehat di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Perusahaan tengah menelusuri adanya brosur di media sosial yang menawarkan program mudik tersebut.
" Tidak ada program ini dari perusahaan," jelas Direktur PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono kepada Liputan6.com, Selasa (19/5/2020).
" Saya masih telusuri dari mana. Yang pasti perusahaan tidak mempunyai program mudik," lanjut dia.
Direktur Marketing, Blue Bird Amelia Nasution menambahkan, Blue Bird sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam melarang implementasi mudik sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mencegah penyebaran virus Corona.
" Komunikasi di luar hal tersebut bukan merupakan komunikasi resmi dari perusahaan," kata dia.
Sebelumnya beredar di media sosial dan melalui pesan berantai bahwa perusahaan transportasi Bigbird yang merupakan salah satu unit usaha dari Blue Bird menawarkan program mudik sehat.
Dalam brosur tersebut mudik akan menggunakan bus dengan kapasitas 54 kursi yang diisi dengan 27 penumpang saja.
Kabar tentang perusahaan transportasi Blue Bird Group yang menawarkan program " Mudik Sehat PSBB 2020" ternyata tidak benar.
Direktur PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono mengungkapkan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan program " Mudik Sehat PSBB 2020" .
(Sumber: Liputan6.com/Hans Jimenez Salim)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?