Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Hyundai Bikin Teknologi `Anti Ketinggalan Anak` di Mobil

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 1 April 2020 09:36
Hyundai Bikin Teknologi `Anti Ketinggalan Anak` di Mobil
Anak yang tertinggal di dalam mobil biasanya akan berujung fatal.

Dream – Sebagian orang tua mungkin pernah lalai meninggalkan anak di dalam mobil karena sedang terburu-buru. Kebiasaan buruk ini bisa saja berakibat fatal apalagi jika si kecil ditinggalkan dalam waktu lama dengan kondisi terik tanpa lubang udara di kendaraan. 

Di beberapa negara maju, pengendara memang dianjurkan untuk menempatkan anak kecil di kursi belakang untuk menjaga keselamatan mereka.  

Meski kasus orang tua meninggalkan anak di mobil terbilang sedikit, namun perusahaan otomotif ternyata memberikan perhatian serius pada masalah ini. Para ahli berupaya menciptakan teknologi yang bisa menjadi pengingat untuk orang tua saat berpergian dengan anak-anaknya.

Salah satu produsen otomotif yang menaruh perhatian besar itu adalah Hyundai Mobil.

Dikutip dari Auto Industriya, Rabu 1 April 2020, Hyundai mengembangkan sistem deteksi penumpang belakang berbasis radar. Sistem ini akan mencegah orang tua meninggalkan anaknya (tanpa sadar) di dalam kendaraan.

1 dari 4 halaman

Cara Kerja Sensor

Sensor yang digunakan adalah ultrasonik yang bertujuan untuk memantau penghuni belakang. Sensor radar tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketepatan deteksi. Sekadar informasi, teknologi ini sama dengan yang digunakan oleh mobil swakemudi.

Teknologi ini akan mendeteksi dan membedakan orang dewasa, bayi, bahkan hewan peliharaan di kursi beakang. Hyundai juga menambahkan bahwa sistem tersebut bisa menembus pakaian dan mengukur berbagai sinyal, seperti micromovements dada penumpang dan aliran darah.

Sistem ini akan bekerja ketika mendeteksi penumpang yang tertinggal di kursi belakang saat pengemudi keluar dari kendaraan. Jika ada yang tertinggal, sistem akan mengeluarkan bunyi melalui panel instrumen atau smartphone.

Rencananya, sistem itu akan ditanam di mobil-mobil anyar. Sayangnya, tak diketahui kapan akan masuk ke lini produksi.

2 dari 4 halaman

Pria Ini Mau Bersabar 38 Tahun Tunggu Pemilik Baru Jual VW Bekas Sang Ayah

Dream – Mobil punya banyak nilai yang sentimental bagi banyak orang. Apalagi, kendaraan itu sudah menemani selama berpuluh-puluh tahun.

Inilah yang dirasakan Lynn Pfenning. Dia menghabiskan waktu 38 tahun untuk menemukan mobil Volkswagen Type 3 1967 yang dulu sempat dimiliki sang ayah.

Dikutip dari Carbuzz, Jumat 27 Maret 2020, ayah Pfenning membeli Type 3 untuk menggantikan mobil VW 1965 yang rusak setelah menabrak seekor sapi saat pulang ke rumah pada 1967. Kala itu, keluarganya baru pulang dari rumah kakeknya di Dakota Utara, Amerika Serikat.

“ Pekerjaan saya setiap Sabtu adalah mencuci mobil keluarga sebelum berangkat ke gereja,” kata Pfenning.

Delapan tahun kemudian, sang ayah menjual mobil kepada petani setempat. Mobil itu digunakan untuk hadiah bagi putranya yang juga teman Pfenning. Setelah temannya lulus dari SMA, Type 3 digunakan sebagai kendaraan utilitas beberapa tahun. Kemudian, mobilnya disimpan di gudang selama dua dekade.

3 dari 4 halaman

Lacak Keberadaan Mobil Sang Ayah

Kini, Pfenning bekerja di pabrik otomotif selama 20 tahun. Tapi, dia memutuskan untuk mencari mobil ayahnya, VW Type 3.

“ Saya selalu mengecek setiap lima tahun atau setiap tahun untuk melihat apakah pemilik ingin menjualnya kepadaku,” kata dia.

Namun, sang pemilik enggan berpisah dengan mobil. Pada 2013, dia menghubungi sang teman untuk mencari apakah mobil tersedia untuk dibeli. Setelah tawar-menawar, akhirnya Pfenning bisa memboyong mobilnya.

Karena dibiarkan di gudang dalam waktu yang lama, kondisi mobil sangat buruk. Mobil Type 3 harus diperbaiki dalam waktu empat tahun untuk kembali ke kondisi awal.

Pintu dan kap rusak. Mesin? Rusak parah sehingga jadi tempat persembunyian tikus. Gasket kaca depan juga rusak. Dek transmisi dalam keadaan buruk. Biaya perbaikannya pun mengejutkan, telan biaya US$40 ribu (Rp646,7 juta). 

4 dari 4 halaman

Pssst! VW Ciptakan Teknologi Baru Buat Hindari Kecelakaan

Dream – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas membuat pembuat mobil asal Eropa, Volkswagen gemas. Sebagai solusinya, perusahaan mengembangkan sistem operasi yang bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Dikutip dari Zing, Kamis 19 Maret 2020, perusahaan ini melengkapi model baru VW dengan perangkat lunak, sensor, dan unit pemrosesan pusat. Teknologi ini akan membantu pengendara untuk menilai situasi dan menghindari kecelakaan.

Teknologi tersebut juga akan membuat pengendara mempunya refleks lebih baik saat akan menghadapi kecelakaan, seperti yang diberitakan oleh Autonews Europe.

“ Tujuan kami yaitu tahun 2050 tidak ada kecelakaan mobil,” kata Direktur Strategi VW, Michael Jost.

 

 

Jost mengatakan sistem operasi baru ini muncul pertama kali di mobil listrik ID.3. VW terus memperbarui dan meningkatkan sistem algoritma sistem operasi. Dikatakan bahwa perusahaan itu akan bergerak dari produksi media ke software.

Namun, VW mengalami masalah dengan mobil ID.3, termasuk software. Dikabarkan ada 300 kesalahan yang terjadi saat pengemudi menyetir mobil ini, termasuk kesalahan perangkat lunak.

Jika ID.3 tak bisa diluncurkan tahun ini, rencana VW mengembangkan 1,5 juta mobil listrik pada 2025 akan terpengaruh.

“ Kami belum mencapai 100 persen. Itu juga normal karena masih ada beberapa persyaratan teknis yang harus diselesaikan sebelum membawa ID.3 ke pasar,” kata Jost.

Beri Komentar