Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream – Sebagian orang tua mungkin pernah lalai meninggalkan anak di dalam mobil karena sedang terburu-buru. Kebiasaan buruk ini bisa saja berakibat fatal apalagi jika si kecil ditinggalkan dalam waktu lama dengan kondisi terik tanpa lubang udara di kendaraan.
Di beberapa negara maju, pengendara memang dianjurkan untuk menempatkan anak kecil di kursi belakang untuk menjaga keselamatan mereka.
Meski kasus orang tua meninggalkan anak di mobil terbilang sedikit, namun perusahaan otomotif ternyata memberikan perhatian serius pada masalah ini. Para ahli berupaya menciptakan teknologi yang bisa menjadi pengingat untuk orang tua saat berpergian dengan anak-anaknya.
Salah satu produsen otomotif yang menaruh perhatian besar itu adalah Hyundai Mobil.
Dikutip dari Auto Industriya, Rabu 1 April 2020, Hyundai mengembangkan sistem deteksi penumpang belakang berbasis radar. Sistem ini akan mencegah orang tua meninggalkan anaknya (tanpa sadar) di dalam kendaraan.
Sensor yang digunakan adalah ultrasonik yang bertujuan untuk memantau penghuni belakang. Sensor radar tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketepatan deteksi. Sekadar informasi, teknologi ini sama dengan yang digunakan oleh mobil swakemudi.
Teknologi ini akan mendeteksi dan membedakan orang dewasa, bayi, bahkan hewan peliharaan di kursi beakang. Hyundai juga menambahkan bahwa sistem tersebut bisa menembus pakaian dan mengukur berbagai sinyal, seperti micromovements dada penumpang dan aliran darah.
Sistem ini akan bekerja ketika mendeteksi penumpang yang tertinggal di kursi belakang saat pengemudi keluar dari kendaraan. Jika ada yang tertinggal, sistem akan mengeluarkan bunyi melalui panel instrumen atau smartphone.
Rencananya, sistem itu akan ditanam di mobil-mobil anyar. Sayangnya, tak diketahui kapan akan masuk ke lini produksi.
Dream – Mobil punya banyak nilai yang sentimental bagi banyak orang. Apalagi, kendaraan itu sudah menemani selama berpuluh-puluh tahun.
Inilah yang dirasakan Lynn Pfenning. Dia menghabiskan waktu 38 tahun untuk menemukan mobil Volkswagen Type 3 1967 yang dulu sempat dimiliki sang ayah.
Dikutip dari Carbuzz, Jumat 27 Maret 2020, ayah Pfenning membeli Type 3 untuk menggantikan mobil VW 1965 yang rusak setelah menabrak seekor sapi saat pulang ke rumah pada 1967. Kala itu, keluarganya baru pulang dari rumah kakeknya di Dakota Utara, Amerika Serikat.
“ Pekerjaan saya setiap Sabtu adalah mencuci mobil keluarga sebelum berangkat ke gereja,” kata Pfenning.
Delapan tahun kemudian, sang ayah menjual mobil kepada petani setempat. Mobil itu digunakan untuk hadiah bagi putranya yang juga teman Pfenning. Setelah temannya lulus dari SMA, Type 3 digunakan sebagai kendaraan utilitas beberapa tahun. Kemudian, mobilnya disimpan di gudang selama dua dekade.
Kini, Pfenning bekerja di pabrik otomotif selama 20 tahun. Tapi, dia memutuskan untuk mencari mobil ayahnya, VW Type 3.
“ Saya selalu mengecek setiap lima tahun atau setiap tahun untuk melihat apakah pemilik ingin menjualnya kepadaku,” kata dia.
Namun, sang pemilik enggan berpisah dengan mobil. Pada 2013, dia menghubungi sang teman untuk mencari apakah mobil tersedia untuk dibeli. Setelah tawar-menawar, akhirnya Pfenning bisa memboyong mobilnya.
Karena dibiarkan di gudang dalam waktu yang lama, kondisi mobil sangat buruk. Mobil Type 3 harus diperbaiki dalam waktu empat tahun untuk kembali ke kondisi awal.
Pintu dan kap rusak. Mesin? Rusak parah sehingga jadi tempat persembunyian tikus. Gasket kaca depan juga rusak. Dek transmisi dalam keadaan buruk. Biaya perbaikannya pun mengejutkan, telan biaya US$40 ribu (Rp646,7 juta).
Dream – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas membuat pembuat mobil asal Eropa, Volkswagen gemas. Sebagai solusinya, perusahaan mengembangkan sistem operasi yang bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Dikutip dari Zing, Kamis 19 Maret 2020, perusahaan ini melengkapi model baru VW dengan perangkat lunak, sensor, dan unit pemrosesan pusat. Teknologi ini akan membantu pengendara untuk menilai situasi dan menghindari kecelakaan.
Teknologi tersebut juga akan membuat pengendara mempunya refleks lebih baik saat akan menghadapi kecelakaan, seperti yang diberitakan oleh Autonews Europe.
“ Tujuan kami yaitu tahun 2050 tidak ada kecelakaan mobil,” kata Direktur Strategi VW, Michael Jost.
![]()
Jost mengatakan sistem operasi baru ini muncul pertama kali di mobil listrik ID.3. VW terus memperbarui dan meningkatkan sistem algoritma sistem operasi. Dikatakan bahwa perusahaan itu akan bergerak dari produksi media ke software.
Namun, VW mengalami masalah dengan mobil ID.3, termasuk software. Dikabarkan ada 300 kesalahan yang terjadi saat pengemudi menyetir mobil ini, termasuk kesalahan perangkat lunak.
Jika ID.3 tak bisa diluncurkan tahun ini, rencana VW mengembangkan 1,5 juta mobil listrik pada 2025 akan terpengaruh.
“ Kami belum mencapai 100 persen. Itu juga normal karena masih ada beberapa persyaratan teknis yang harus diselesaikan sebelum membawa ID.3 ke pasar,” kata Jost.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya