Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Konferensi Pers Indonesia Gastrofest 2017 (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Indonesia dijuluki sebagai negeri kaya rasa yang memiliki keberagaman seni mengolah makanan. Kearifan lokal ini dianggap sebagai sebuah warisan budaya yang harus dihidupkan secara turun-temurun.
Sehingga menginspirasi Indonesia Gastronomy Association (IGA) untuk menyelenggarakan sebuah acara yang menampilkan karakter masakan nusantara secara menyeluruh. Selama tiga hari, Indonesia Gastrofest 2017 akan diselenggarakan pada 21-23 Juli 2017 di ICE BSD City, Tangerang Banten.
" Acara ini akan menjadi diplomasi budaya Indonesia di mata dunia serta internalisasi budaya-budaya daerah," ungkap Dewan Pendiri IGA, Guruh Soekarno Putra dalam jumpa pers di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Oktober 2016.

Selain itu, acara yang baru pertama kali diadakan ini akan menjadi ajang penghargaan untuk mengurai kisah budaya masakan daerah, kekayaan bumbu lokal, teknik pengolahan yang detil dan berkelas hingga akhirnya sebuah menu tradisional dapat tersaji di ranah internasional.
Sedangkan untuk kuliner yang akan ditonjolkan dalam even itu antara lain Ikan Dole dari Sulawesi Tenggara, Udang Rambut Betara dari Jambi dan makanan khas masyarakat Kalimantan Barat, Bubur Pedas.
" Ikan Dole merupakan sajian khas masyarakat Buton yang dibuat dari bahan dasar ikan tenggiri, dibalut dengan santan lalu digoreng," terang Associate Director PT Dyandra Promosindo, Michael Bayu A Sumarijanto.

Kemudian Udang Rambut Batara, merupakan sajian lokal dari Kabupaten Batanghari. Sedangkan Bubur Pedas memiliki tampilan yang mirip dengan Bubur Manado. Bubur yang dimasak dengan campuran sayuran, bertabur teri goreng dan kacang namun memiliki rasa rempah yang lebih kuat.
Ditambah dengan sedikit sambal, taburan kelapa sangrai serta perasan jeruk limau untuk menambah kesedapan rasanya.
Tak hanya tiga makanan itu saja, keterlibatan seluruh masyarakat Indonesia akan digandeng langsung oleh pemerintah daerah masing-masing. Masyarakat dari seluruh daerah akan diajak untuk menampilkan aneka menu resep masing-masing. Khususnya makanan-makanan yang belum dikenal secara nasional.

Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol