7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Tak Hanya Motor Yang Perlu Dirawat, Helm Juga. (Foto: Shutterstock)
Dream – Helm menjadi “ kebutuhan pokok” bagi pengendara motor. Helm yang dipilih dan dirawat dengan benar, akan membuat pengendara sepeda motor merasa lebih nyaman ketika menggunakannya.
Perawatan helm perlu dilakukan agar helm bisa awet. Dengan begitu, secara otomatis, kamu bisa menghemat uang karena tak perlu membelinya kembali.
Dikutip dari Suzuki, Minggu 20 Januari 2019, merawat helm agar “ berumur panjang” ini sangat mudah. Kalau ada debu di helm, kamu bisa menyekanya terlebih dahulu. Kemudian, diberi cairan untuk membersihkan helm.
Kedua, mencucinya. Kondisi kepala orang berbeda-beda. Ini sangat berpengaruh terhadap cara menyikapinya. Ada orang yang terlalu berkeringat. Ada juga yang tidak.
Setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali, kamu bisa mencuci helm secara keseluruhan. Kalau keringat yang menempel di bagian dalam helm dibiarkan, itu akan menimbulkan banyak bakteri yang tentunya tak baik untuk kesehatan.
Dream – Helm berfungsi sebagai perangkat keselamatan dan pelindung kepala pengemudi motor. Sebagai pelindung kepala, helm tentu harus memiliki kualitas dan ketahanan helm yang terbaik.
Desain helm juga sudah dirancang dan dipikirkan sedemikian rupa oleh ahli untuk memberikan keamanan bagi pengendara ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.
Tapi, sayangnya tak sedikit pengendara motor yang kurang memahami proses uji dan desain helm tersebut.
Belakangan cukup banyak pengendara motor yang memodifikasi tali helm dari model quick release menjadi double d ring seperti helm-helm yang dipakai oleh para pembalap MotoGP.
Dikutip dari Suzuki, Sabtu 8 Desember 2018, ada satu alasan yang sering mereka utarakan kenapa mengganti tali model sesuai dengan keinginan tersebut. Mereka mengubahnya dari yang bertipe quick release ke double d ring. Alasannya, mereka hanya merasa bosan.
Padahal, pengendara motor harus tahu bahwa modifikasi di helm tersebut tidak diperbolehkan.
Mengapa?
Kalau diganti, pemakainya tidak tahu pasti bagaimana kualitas pengerjaan dan bahan yang dipakai untuk membuat tali helm tersebut. Ingat, bahan dari pabrikan punya kualitas yang sudah lulus tes.
Risiko putus bisa terjadi pada talinya atau rivetnya. Hal seperti itu biasanya sudah diperhitungkan dengan detail oleh pabrikan helm.
Ancaman lain yang harus dihadapi mereka yang mengganti tali helmnya adalah pengguna harus menanggung akibat sendiri dari keputusannya. Tanggung jawab terhadap kegagalan tersebut tidak bisa ditimpakan kepada produsen pembuat helm. Pengerjaan modifikasi yang dilakukan bukan atau tidak atas rekomendasi pabrikan.
Mengganti tali helm memang sangat mudah dan harga yang ditawarkan penjualnya pun terbilang terjangkau. Tapi kamu harus ingat bahwa fungsi tali helm tersebut sangat krusial untuk keamanan dan sangat disarankan untuk tidak menggantinya sembarangan.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?