7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Peran Co-driver Dalam Perjalanan Mudik Tak Kalah Penting. (Foto: Shutterstock)
Dream – Perjalanan mudik ke kampung halaman tentu menempuh jarak yang jauh. Bahkan, waktu tempuh juga tak bisa diprediksi karena kondisi lalu lintas yang kadang macet atau malah lancar.
Dengan kondisi perjalanan seperti itu, dibutuhkan persiapan yang cukup matang, tak hanya kondisi kendaraan, tetapi juga pengemudi.
Tak hanya itu, pendamping atau co-driver juga berperan tak kalah penting.
" Selama ini kan, mereka (co driver) banyak yang tidur dan sebagainya. Padahal, fungsinya kan memandu, meningkatkan pengemudi untuk lebih selamat atau waspada selama perjalan," jelas Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 29 Mei 2019.
Biasanya, lanjut Sony, yang menjadi pendamping pengemudi dalam perjalan mudik lebaran, adalah istri. Jadi, jangan memposisikan diri sebagai emak-emak yang cerewet, atau mengatur segala macam, dan berperilaku lebih lembut.
" Artinya, dia tahu kondisi suaminya (pengemudi), misalkan tidak bisa kagetan jadi kasih informasi dengan pelan. Pendamping juga tidak bikin panik jika terjadi sesuatu, tapi mengingatkan agar lebih hati-hati atau yang lain," kata dia.
Sementara itu, dalam perjalanan mudik ke kampung halaman, persiapan memang harus dilakukan dengan baik. Rencanakan perjalanan dari awal, agar saat sudah di jalan tidak meributkan sesuatu hal, seperti rute atau yang lainnya.
Selain itu, bagaimana menerapkan defensive driving, sehingga mudik bisa menjadi lancar. Menurut dia, defensive driving berbeda dengan safety driving.
" Kalau safety driving, lebih kepada bagaimana kita mengoperasionalkan kendaraan, sedangkan defensive driving lebih kepada bagaimana kita mengendalikan perilaku kita saat berkendara," ujar Sony.
Perilaku berkendara itu juga mencakup kewaspadaan pada lingkungan sekitar. Namun, dari semua itu, inti yang harus ada di pemudik adalah, mudik itu harus bahagia. Sehingga, perjalanan menjadi menyenangkan.
Ia memaparkan, ada lima hal utama dalam defensive driving yakni, pertama jaga mata. Pemudik harus memasang mata yang awal dari sekeliling, baik depan, samping dan belakang.
Kedua, commentary driving, di mana mengomentari hal-hal yang terjadi di lingkungan luar. Ketiga, menjaga jarak, dengan kendaraan di depan.
Usahakan semaksimal mungkin tidak berada di depan mobil besar untuk menghindari tabrakan karena rem blong. Keempat, jaga kecepatan kendaraan. Kelima, harus melihat dan dilihat.
" Pastikan kita bisa melihat kondisi lingkungan dan sebaliknya, lingkungan bisa tahu kendaraan kita," tambah dia.
Menurut Sony, pengemudi memang tidak mungkin bisa menghindari kecelakaan, tetapi setidaknya dengan defensive driving, bisa menekan risiko kecelakaan.
(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?