Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jangan Lupa Perhatikan Kolong Mobil, Ya, Sahabat Dream. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagian kolong mobil jarang mendapat perhatian bahkan cenderung dilupakan oleh para pemiliknya. Area ini biasanya baru jadi lirikan saat mobil dicuci di tempat pencucian khusus.
Namun saat terjadi hujan lebat, alangkah baiknya memberikan perhatian lebih pada bagian kolong mobil.
Dikutip dari Mobil88, Selasa 28 Mei 2019, rajin-rajinlah membersihkan kolong mobil, apalagi jika mobil sering melintasi jalanan yang banyak terdapat genangan air. Usahakan tidak membiarkan tumpukan kotoran menempel terlalu lama di logam-logamnya.
Disarankan untuk segera membersihkan kolong mobil 24 jam setelah melewati genangan air. Kamu bisa langsung membawa mobil ke tempat cuci mobil untuk membersihkannya hingga ke kolong-kolong.
Upaya tersebut perlu dilakukan sebagai langkah perawatan mobil agar mobil tidak mudah berkarat, terutama di bagian kolong. Meskipun kadang sudah diberikan dengan antikarat, kolong mobil sering tertempel kotoran.
Perlu diingat, kotoran dan air yang bertumpuk di kolong mobil bisa memicu korosi. Efek buruknya tentu lama kelamaan logam-logam di bagian kolong mobil berkarat dan keropos. Selain itu, pastikan tidak ada sisa-sisa air dan pembersih setiap kali habis mencuci mobil.
Secara fisik, indikasi karat dapat diketahui dengan mudah. Bagian kolong mobil yang terbuat dari logam akan terasa kasar (tidak licin/halus) dan tampak ke kuning-kuningan. Jika menemukan indikasi-indikasi seperti ini, segera perbaiki. Lihat dulu seberapa parah kondisi karatnya.
Kalau masih sedikit, cukup diamplas bagian yang karat lalu berikan antikarat supaya karat tidak melebar. Tetapi jika sudah tergolong parah, sebaiknya bawa ke body repair.
Di sana bagian yang karat akan dipotong dan ditutup kembali memakai plat besi baru melalui proses pengelasan, baru kemudian dilapisi antikarat.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya