Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Memakai Sandal Jepit Terlalu Lama Ternyata Berpotensi Menimbulkan Berbagai Masalah Lho (Foto:Pexels)
Dream - Menggunakan sandal jepit sebagai alas kaki menjadi opsi yang banyak dipilih oleh kebanyakan masyarakat di iklim tropis, termasuk Indonesia.
Kepraktisan dan kenyamanan menjadi salah satu penyebab maraknya orang memakai sandal di segala kesempatan. Seperti untuk sekedar berkeliling kota, jalan-jalan di obyek wisata, hingga berbelanja kebutuhan pokok di swalayan.
Penggunaan sandal menjadi prioritas yang membuat siapa saja yang memakainya lebih nyaman dan santai. Harga murah yang ditawarkan dengan desain yang terbuka membuat sandal menempati tempat tersendiri bagi para penggunanya.
Meski begitu, ternyata penggunaan sandal yang terlalu lama diketahui mampu menimbulkan berbagai masalah kesehatan lho. Apa saja ya? Melansir dari Idiva, berikut ulasan lebih jelasnya:
1. Kurang Melindungi Kaki
Penggunaan sandal jepit yang terlalu lama ternyata mampu menyebabkan permasalahan cedera. Karena bentuknya yang terbuka, sandal memang tak mampu melindungi kaki dari berbagai bahaya di jalan, misal dari gigitan serangga, atau paparan sinar matahari yang menyengat.

2. Bisa Sebabkan Hammertor dan Plantar Facilitis
Jika Sahabat Dream menggunakan sandal jepit terlalu lama, waspada kamu bisa sjaa menderita hammertor, yakni gejala yang membuat jari-jari kaki menekuk secara permanen.
Menurut Dr. Rana K, seorang ahli tulang di klinik kesehatan di Delhi. hammertor terjadi karena buku-buku jari bekerja lebih keras untuk mencengkeram sandal jepit.
Selain hammertor, masalah lain yang bisa timbul adalah plantar faciitis, yakni peradangan di telapak kaki dan kaki yang sangat menyiksa.
3. Tumit Nyeri
Desain sandal jepit yang cenderung rata dan tipis, bisa membuat masalah tumit kaki menjadi lebih rentan terkena cedera.
" Entah sadar atau tidak, pemakaian sandal jepit dalam jangka waktu yang terlalu lama berpotensi menimbulkan rasa nyeri pada tumit," ungkap Dr Rana.
4. Mengandung Bahan Beracun
Kebanyakan sandal jepit dibuat dari bahan karet, sehingga kemungkinan memiliki kandungan lateks yang beracun.
Lateks bisa menimbulkan berbagai masalah, seperti alergi, atau BPA. Selain itu, racun dari bahan karet ini punya kemungkinan menyebabkan kanker lho.
5. Mengubah Postur Tubuh
Meski tak banyak disadari penggunanya, memakai sandal jepit dalam jangka waktu yang cukup lama ternyata bisa merusak postur tubuh seseorang.
Hal ini disebabkan karena sandal jepit tidak memiliki bantalan dan cenderung datar, sehingga dapat mengubah biomekanik tubuh yang akhirnya mempengaruhi postur tubuh.

6. Sebabkan Berbagai Cedera
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, jika seseorang menggunakan sandal terlalu lama, cedera bisa saja timbul. Gesekan antara kulit kaki dan sandal jepit bisa menyebabkan berbagai cedera ringan, hingga bahaya lainnya. Alas kaki yang tipis biasanya tak mampu melindungi kaki dari berbagai bahaya di jalanan.
Sumber Merdeka
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya