Ini Alasan Kenapa Makin Banyak Orang Gemar Selfie Tanpa Busana

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 21 Februari 2017 12:28
Ini Alasan Kenapa Makin Banyak Orang Gemar Selfie Tanpa Busana
Mereka bahkan tidak pikir dua kali untuk mengirimkan hasil foto dan memamerkan ke semua orang lewat sosial media.

Dream - Kemajuan teknologi bagaikan pisau bermata dua. Jika tidak digunakan dengan baik, maka akan lebih banyak dampak negatifnya. Salah satunya, makin banyak orang begitu mudah melakukan selfie tanpa busana.

Mereka bahkan tidak pikir dua kali untuk mengirimkan hasil foto dan memamerkan ke semua orang lewat sosial media.

Namun seorang sarjana seksologi dari Harvard, Justin Lehmiller, memiliki teori-teori yang menjelaskan mengapa di era smartphone ini banyak orang hobi melakukan selfie tak senonoh.

Selfie

" Ini adalah kasus kesalahpahaman seksual klasik. Jadi sinyal pertemanan seperti senyum, 'nyambung' ketika diajak berbicara, dan tertawa bersama diartikan sebagai ketertarikan seksual atau hal yang romantis," jelas Lehmiller.

Kemungkinan lainnya karena menderita Eksibisionisme. Apa itu?

1 dari 2 halaman

Menderita Penyakit

Menderita Penyakit © Dream

Menurut Lehmiller, sebagian orang akan mengalami kepuasan jika memperlihatkan bagian tubuh paling pribadi di depan orang lain. Sungguh mengejutkan.

" Sebelum ini Eksibisionisme dilakukan di tempat-tempat umum yang banyak dilihat orang. Tapi sekarang sudah merambah dunia digital," kata Lehmiller.

Dia menambahkan bahwa ahli psikologi sepakat bahwa Eksibisionisme adalah penyakit di mana pelakunya memiliki masa-masa sulit untuk membangun hubungan yang benar-benar berfungsi.

Sehingga dengan mengirim gambar itu sebenarnya mengalami kekurangan dalam menciptakan hubungan yang dekat dengan orang lain secara sosial.

(Sumber: nymag.com)

2 dari 2 halaman

Bahaya Seflie yang Belum Diketahui Banyak Orang!

Bahaya Seflie yang Belum Diketahui Banyak Orang! © Dream

Dream Demam selfie terjadi di mana-mana, tak terkecuali di Rusia. Hanya saja, pihak berwenang di sana memperingatkan bahwa selfie juga menjadi pemicu tersebarnya kutu rambut.

" Menurut para ahli, penyebab banyaknya remaja Rusia kutuan karena hobi mereka melakukan selfie secara berkelompok," kata pejabat pengawas kesehatan dan keamanan publik wilayah Rospotrebnadzor di Kursk.

Disebutkan, selfie menjadi media penularan kutu rambut saat para remaja mengambil foto secara berkelompok.

Ditambahkan pejabat itu, meski tingkat kebersihan masyarakan modern Rusia sudah tinggi tidak menjadi jaminan terdampak penyebaran kutu rambut.

Wabah kutu rambut sudah pernah terjadi di Zaman Pertengahan di Eropa. Dan untuk mengatasinya, orang-orang saat itu menggunakan merkuri atau air raksa. " Mereka memakannya dan mengusapnya di atas kulit mereka," kata pejabat di Kursk.

Namun para remaja yang memiliki kutu dan berharap bisa membasminya dengan merkuri harus gigit jari. Pasalnya, Rusia pada bulan lalu telah menandatangani pakta bebas dari merkuri hingga 2030.

(Ism, Sumber: The Moscow Times)

Beri Komentar