Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Pandemi Covid-19 memaksa semua orang da pelaku bisnis harus beradaptasi dalam menjalani rutinitasnya termasuk di sektor otomotif. Virus corona yang membuat jutaan orang tertular ini membuka kemungkinan produsen otomotif mengubah desain interior mobil.
Dikutip dari Zing, Rabu 10 Juni 2020, Direktur Desain KIA, Karim Habib, mengatakan pandemi Covid-19 bisa berdampak kepada desain mobil pada masa depan. Semenjak virus ini merebak, produsen otomotif berusaha menemukan solusi untuk membunuh virus di dalam mobil.
Habib percaya material baru bisa digunakan untuk permukaan interior kendaraan pada masa depan. Desainer juga mempelajari bahan antivirus, seperti tembaga.
Langkah selanjutnya, perusahaan ini berkonsultasi dengan psikolog dan antropolog tentang perilaku masyarakat pasca pandemi. Para eksekutif KIA juga mendiskusikan perlu tidaknya melapisi bagian dalam kendaraan dengan lapisan antivirus atau membersihkan bagian interior dengan suhu tinggi.
Menurut Habib, pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan kepada rencana produsen otomotif. Misalnya, masalah penggunaan transportasi umum. Beberapa tahun ini penggunaan angkutan umum meningkat. Tapi, ini akan berubah setelah pandemi menyerang.
“ Pandemi mengubah cara hidup kita tak hanya dalam beberapa bulan, tapi juga pada masa depan,” kata dia.
Dream – MINI memutuskan untuk mengubah nama ban yang digunakan oleh Mini Cooper SE. Nama ban mobil listrik ini berganti nama dari " Corona Spoke" menjadi " Power Spoke" .
Penggantian nama ban ini disebabkan oleh pandemi corona. Perusahaan ini tidak mau disangkut-pautkan dengan virus mematikan tersebut.
Dikutip dari Rushlane, Jumat 24 April 2020, Mini Cooper SE Power Spoke dirancang dengan tampilan dan rasa yang futuristik. Selain itu, mobil ini juga mengalami pembaruan dengan telah diuji untuk aerodinamika.
![]()
Dengan pandemi yang terjadi, MINI tampaknya telah membuat keputusan bijaksana dengan melakukan penggantian nama. Mengingat 'Corona' adalah istilah yang banyak digunakan serta memiliki arti berbeda-beda secara pubbing, astronomi maupun botani.
Ini bukan pertama kalinya sebuah perusahaan otomotif mengganti nama produknya. Mobil terlaris Tata - Tiago, awalnya bernama Zica. Kemudian namanya diubah lantaran terdengar seperti virus Zika.
Berbicara tentang Mini Cooper SE, mobil ini kemungkinan besar dapat diluncurkan di pasar India. Namun menyangkut kondisi buruk akibat pandemi virus corona, hal tersebut dapat tertunda. MINI kemungkinan dapat mengambil keputusan ketika situasi telah membaik di India maupun di AS, negara asalnya.
Di India sendiri, MINI telah meluncurkan tiga jenis produk yaitu Mini Hatch 3-pintu, Mini Convertible dan Mini Countryman. Jika rencana peluncuran Mini Cooper SE ini mendapatkan lampu hijau, mobil tersebut akan diproduksi perusahaan MINI di Chennai, India.
Dibandingkan dengan mobil listrik lain seperti Tesla Model 3, Mini Cooper SE relatif lebih murah. Di AS, mobil ini dijual dengan harga mulai US$29.900 (Rp400 jutaan).
Dengan spesifikasi baterai lithium-ion 32,6 kWh berbentuk T yang diletakan di lantai mobil. Mobil ini mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 184 hP dan torsi maksimum 270 Nm
Kisaran jangkauan rata-rata mobil ini 235 hingga 270km, tergantung mode yang dipilih. Kisaran ini cukup sederhana dibandingkan dengan mobil listrik lainnya yang biasa kisarannya mencapai 400-500 km.
Di pasar India, mobil listrik Hyundai Kona menawarkan jangkauan 452 km. Tata Nexon Elektrik bersertifikat ARAI memiliki jangkauan rata-rata 312 km.
Jarak jangkauan mungkin bukan masalah bagi pengguna Mini Cooper SE di pasar AS, karena MINI telah menyiapkan lebih dari 19.000 lokasi pengisian daya publik. Selain itu, baterai dapat diisi hingga 80% dalam waktu 36 menit menggunakan pengisi daya cepat 50 kW DC. Dengan pengisian selama satu jam, baterai dapat mencapai 100 persen. Saat menggunakan pengisi daya di rumah, baterai dapat diisi hingga 80% dalam waktu 3,2 jam.
Mobil ini juga dilengkapi dengan fitur mode Standard, Sport, Green dan Green+. Mode Sport berguna untuk meningkatkan kinerja mobil, sedangkan mode Green dan Green+ berguna untuk memastikan mobil berada di performa tertingginya. Mode Green+ berguna untuk mematikan AC dan pemanas bangku untuk memaksimalkan jangkauan. Mode tersebut digunakan dalam situasi baterai rendah dan jauh dari stasiun pengisian daya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya