Intip Wajah Baru Museum Transportasi TMII, Pajang Koleksi Kendaraan Listrik

Reporter : Alfi Salima Puteri
Senin, 28 November 2022 15:46
Intip Wajah Baru Museum Transportasi TMII, Pajang Koleksi Kendaraan Listrik
Di dalamnya berisi berbagai koleksi kendaraan masa depan, seperti Advanced Air Mobility (AAM), Purpose-Built Vehicle (PBV) dan hub mock-up yang menggunakan energi terbarukan.

Dream - Museum Transportasi yang berada di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini memiliki wajah baru yang lebih modern usai dilakukan revitalisasi. Terlebih, museum yang dikelola Kementerian Perhubungan kini juga memiliki koleksi kendaraan listrik.

Kemenhub bersama salah satu perusahaan otomotif asal Korea, Hyundai Motor, bekerja sama membangun pusat pameran (exhibition center) di Museum Transportasi, yang di dalamnya berisi berbagai koleksi kendaraan masa depan, seperti Advanced Air Mobility (AAM), Purpose-Built Vehicle (PBV) dan hub mock-up yang menggunakan energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pusat pameran yang diberi nama " Hyundai Mobility Experience Center" ini diresmikan oleh President of Hyundai Motor Asia Pacific Headquarters, Youngtack Lee, dan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pada Jumat, 25 November 2022.

“ Indonesia adalah pusat dari strategi mobilitas masa depan Hyundai Motor, pusat pameran ini akan semakin mendukung Indonesia untuk memainkan peran penting dalam lanskap global, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Kami berharap teknologi baru yang diusung Hyundai di masa mendatang akan menjadi fondasi untuk kolaborasi yang jauh lebih besar antara Hyundai dan Indonesia,” kata Youngtack Lee.

1 dari 3 halaman

Selain membangun pusat pameran kendaraan masa depan, Hyundai juga menghibahkan IONIQ 5 pertama yang diproduksi di Indonesia dan ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk ditampilkan dalam pusat pameran ini.

Hyundai IONIQ 5.© Alfi Salima Puteri

Dalam kesempatan yang sama, Budi mengatakan kendaraan listrik adalah suatu keniscayaan yang akan menjadi kendaraan masa depan.

" Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif Hyundai membangun pusat pameran kendaraan listrik yang menjadi suatu keniscayaan akan menjadi kendaraan masa depan. Apa yang dilakukan ini sejalan dengan upaya yang tengah dilakukan pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik secara massal di Indonesia,” ujar Budi.

2 dari 3 halaman

Ia mengatakan, kehadiran kendaraan listrik di Museum Transportasi menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah bersama dengan pelaku industri otomotif mewujudkan transisi energi menuju energi yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan dalam rangka mencapai target emisi nol-bersih (net zero emission) pada tahun 2060.

“ Kami ingin memberikan nilai tambah dan menjadikan Museum Transportasi sebagai salah satu sarana edukasi kepada masyarakat tentang kendaraan listrik. Sehingga dapat menjadi sarana edutainment (edukasi yang menghibur) bagi masyarakat, agar semakin mengenal kendaraan masa depan,” imbuhnya,

Menurutnya, kerja sama ini menunjukkan komitmen Hyundai yang tidak hanya terbatas sebagai penyedia kendaraan, tetapi juga membangun teknologi masa depan untuk mobilitas yang bersih dan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.

Dengan adanya etalase tentang kendaraan masa depan ini juga diharapkan mendukung promosi Museum Transportasi yang lebih atraktif, inovatif, informatif dan edukatif, serta mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik.

Hyundai Mobility Exhibition Center diharapkan dapat membangun minat dan rasa ingin tahu anak-anak sebagai generasi masa depan, untuk memiliki visi transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

3 dari 3 halaman

Hyundai Mobility Exhibition Center menampilkan konsep untuk merasakan masa depan yang diharapkan akan dikembangkan oleh Hyundai Motor Company di Indonesia, seperti Purpose Built Vehicle (PBV), Advanced Air Mobility (AAM) dan hub mock-up, serta berbagai video mobilitas masa depan di dalam museum.

Purpose-Built Vehicle (PBV) adalah kendaraan perkotaan ramah lingkungan yang dapat disesuaikan dan digunakan di kota-kota masa depan untuk gaya hidup yang beragam. Sedangkan Advanced Air Mobility (AAM) adalah bentuk mobilitas baru yang memanfaatkan ruang udara untuk mengurangi waktu transit secara drastis.

AAM terdiri dari taksi udara, sementara PBV menjelajahi daerah perkotaan secara mandiri, dan hub multifungsi menghubungkan perjalanan udara dan darat.

Purpose-Built Vehicle (PBV).© Alfi Salima Puteri

Beri Komentar