McLaren P1, Situs McLaren
Investasi bisa dimana saja, selain pasar saham atau properti. Bila jeli, mobil super pun menjadi investasi yang menguntungkan di masa depan. Harga beberapa mobil super dengan status edisi terbatas, makin tua umurnya harganya malah beranjak naik.
Investasi seperti ini tengah menjadi tren di kalangan pengusaha muslim di Jazirah Arab. Mereka rela berburu mobil super edisi terbatas yang dari pabriknya terkadang hanya dibuat tiga unit. Harga selangit bukan masalah. Mereka rela merogoh kocek sangat dalam demi bisa menambah pundi-pundi kekayaan di masa mendatang.
Menurut laporan TopGear dan Gulfnews, pengusaha di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) paling banyak melakoni investasi menggiurkan itu. Mereka mengawalinya dengan membuka dealer; isinya tak cuma mobil keluaran baru tapi yang berstatus bekas pakai (second hand).
Salah satunya adalah dealer mobil mewah Alain Class Motors di Dubai milik Abdullah Al Ketbi. Dia tercatat memiliki lima showroom yang tersebar di UEA. Dealer miliknya tidak menjual sembarang mobil. Hanya menyuguhkan deretan mobil super terbaru yang sangat mahal dengan status edisi terbatas.
Showroom ini bukan hanya menjual mobil yang tersedia, tetapi juga mobil impian setiap orang. " Coba pikirkan mobil-mobil yang ada di dunia, saya bisa mendapatkannya untuk Anda, harga tidak masalah. Jika Anda menginginkannya, saya akan menemukannya. Kemudian Anda dapat membelinya dari saya, dan mengendarainya," kata pria yang mulai merintis penjualan mobil mewah sejak 1992.
" Ini bisnis jangka panjang. Kami selalu menyediakan kualitas terbaik untuk pelanggan. Mulai dari layanan purna-jual, harga, dan pengiriman," imbuh Al Ketbi. Tak heran, di dealer itu Anda masih bisa menemukan mobil super dengan produksi terbatas yang di pasaran sudah ludes terjual.
Sebut saja McLaren P1. Supercar bergaya " jet tempur" itu diproduksi 375 unit di dunia dan telah ludes terjual sejak Desember 2013. Di dealer ini sudah ada versi bekasnya. Meski bekas, jarak tempuh supercar ini masih nol kilometer. Sebab, McLaren P1 sengaja dibeli namun tidak pernah digunakan. Mereka membeli untuk berinvestasi dengan mencari selisih harga saat mobil dijual kembali.
Mobil berbahan serat karbon berkelir kuning ini jumlahnya hanya satu, namun pemilik dealer tidak menyebutkan berapa harganya. Sebagai patokan, saat diluncurkan mobil ini dilepas US$1.150.000 (Rp14 miliar).
Dengan jumlah terbatas, Abdullah Al Ketbi dipastikan bisa memasang banderol harga dua kali lipat dari harga barunya. McLaren P1 mengusung mesin V8 3.8-liter twin-turbo plus sebuah motor listrik (hybrid), tenaga yang dihasilkan mencapai 916 HP dan torsi 900 Nm.
Mobil ini diklaim bisa melesat dari posisi diam ke 100 km/jam dalam tempo 2,8 detik. Mesin 'setan' itu bisa menyentuh kecepatan sampai 350 km/jam.
Supercar lain yang tak kalah mahal adalah Pagani Huayra, termasuk punya nilai investasi besar. Dirakit di Modenna, Italia, mobil itu ditawarkan seharga US$1,7 juta, setara Rp20,7 miliar.

Padahal, supercar dua pintu itu dilego US$1,3 juta (Rp15,8 miliar) saat diluncurkan pertama kali. Namun, jumlah mobil yang diproduksi hanya 105 unit di seluruh dunia itu membuatnya sangat eksklusif.
Pemilik awal mengaku sangat jarang mencicipi mobil berjuluk 'Dewa Angin' tersebut. Mobil keluaran 2012 itu baru menempuh jarak 600 kilometer.
Untuk jantung pacunya didesain Horacio Pagani dengan mengusung mesin twin turbo Mercedes - AMG V12 berkapasitas 6.0 liter. Sekali geber sanggup menghasilkan tenaga hingga 730 horse power dengan torsi 1.000 Nm, plus transmisi tujuh percepatan.
Hanya butuh waktu tiga detik agar speedometer menyentuh angka 100 km/jam. Kalau mau terus memacu bisa melesat hingga 372 km/jam.
(Sumber: Carbuzz, Inautonews/sda/ism)