Kreatif, Ibu Ini Bagikan Cara Menaklukkan Anak yang Marah Lewat TikTok

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 23 Juni 2021 06:35
Kreatif, Ibu Ini Bagikan Cara Menaklukkan Anak yang Marah Lewat TikTok
Salah satu diantara akun parenting yang tengah hits yakni akun @louisesscarlettfamily.

Dream - Belakangan media sosial TikTok digemari berbagai kalangan karena menyediakan berbagai macam konten menarik, mulai hiburan hingga tip dan trik. Ada beragam tema, di antaranya adalah parenting.

Salah satu akun yang mengupas tema parenting dan tengah hit yakni akun @louisesscarlettfamily. Lewat akun tersebut, Uwi dan Cece selalu memberikan kecerian didampingin sang Mommy yang menyajikan konten penuh kehangatan.

Sang Mommy yang bernama asli Lina Amelia, awalnya menggunakan TikTok untuk mereview masker. Namun lambat laun, akunnya menjadi besar dan memiliki belasan juta view dalam kurun waktu singkat.

Sejak saat itu, Lina cukup konsisten membagikan kisah pengalaman pribadinya seputar parenting dan memberikan berbagai tips serta trick untuk para orang tua.

 

1 dari 8 halaman

Miliki Suka Duka

Akun Lina kini sudah memiliki berjuta pengikut dan dirinya juga diketahui sudah aktif di Instagram dan YouTube. Tak hanya itu, Louisse Scarlett Family juga memiliki website.

Sebelumnya, Lina mengaku dirinya kewalahan lantaran harus mengurus semua sendiri. Hingga akhirnya di tahun 2019, Mommy empat anak itu akhirnya memutuskan untuk membentuk tim guna membantunya membuat konten kreatif. 

“ Sukanya, TikTok Mommy ramai dengan feedback yang ga disangka-sangka sebelumya. Banyak yang kasih respon positif. Dukanya jadi lebih hectic, namun sekarang sudah punya tim yang membantu,” ujar pemilik akun Instagram @louissescarlett ini.

2 dari 8 halaman

Berikan Edukasi

Lina dan anak anak© Istimewa

Tak hanya memberikan tip dan trik parenting, konten Lina juga kerap membagikan informasi seputar gambaran nilai-nilai yang harus ditanamkan sejak dini bagi anak.

Dalam salah satu kontennya, Lina memberikan gambaran cara merespons sikap anak. Ia mengatakan bahwa tiap anak berbeda, pun cara menghadapinya. Maka dari itu, cara mengajarkan suatu hal baik ke anak dengan tepat yakni dengan mencontohkan.

Lina juga membagikan konten simulasi menghadapi anak yang suka memukul ketika marah. Ia memperlihatkan momen saat Cece Uwi, anak perempuannya, marah dan mulai memukul-mukul Lina.

Sambil memegang tangan Cece Uwi, Lina menyampaikan jika akan lebih baik mengelus daripada memukul. Menurutnya, respon dengan cara sentuhan personal akan lebih dipahami anak.

3 dari 8 halaman

5 Pemicu Utama Anak Marah Tak Terkendali

Dream - Si kecil berteriak tanpa henti, menangis, berguling, hingga membanting barang yang ada. Pernah berada situasi ini? Sahabat Dream mungkin bertanya-tanya, mengapa anak bisa begitu marah sampai tak terkendali.

Kondisi ini bagi sebagian besar orangtua jadi hal yang sangat membuat stres. Kita kerap kali terpancing emosi dan suasana justru jadi semakin tak terkontrol. Hal ini biasanya terjadi karena orangtua juga bingung menghadapi level emosi anak yang begitu tinggi.

Rasa amarahnya seakan meledak. Penting untuk mencari tahu apa penyebab kemarahan anak. Hal ini agar kita sebagai orangtua bisa menghindari dan membantunya mengontrol emosi. Berikut beberapa pemicunya, cobalah lebih peka pada situasi.

4 dari 8 halaman

1. Sangat lelah

Untuk anak balita, kita mungkin sudah tahu, lelah bisa membuat mereka sangat rewel. Jadi mudang menangis, mengamuk dan selalu ingin digendong. Sebenarnya ini bukan hanya terjadi pada balita tapi juga anak usia 7 hingga remaja 13 hingga 15 tahun.

Pada anak remaja, mereka butuh tidur yang berkualitas. Pertumbuhan otak, masa puber sangat menguras fisik dan emosinya. Saat kurang tidur, kelelahan, mereka bisa jadi sangat sensitif dan pemarah. Untuk itu pastikan anak-anak beristirahat dengan cukup dan berkualitas.

   

5 dari 8 halaman

2. Tak Bisa Ungkapkan Perasaan

Banyak orang tak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan dengan baik. Terutama anak-anak yang berkepribadian tertutup. Hal ini biasanya dialami anak remaja yang juga bingung dengan perasaannya.

 

6 dari 8 halaman

3. Kondisi Medis Bawaan

Beberapa anak memiliki kondisi medis bawaan yang membuatnya jadi sulit berkomunikas. Pada gilirannya, karena komunikasi yang gagal mereka menjadi kesal dan sangat pemarah.

Misalnya pada anak yang mengalami keterlambatan bicara atau speech delay, autisme, tuli atau bisu. Bisa juga karena gangguan perkembangan. JIka kondisinya demikian segera lakukan pemeriksaan dan terapi rutin.

7 dari 8 halaman

4. Tak Diberi Pilihan

Anak perlu didengar pendapatnya, apa yang ia suka dan tidak suka. Termasuk pakaian, makanan dan hal lainnya. Orangtua kerap selalu memberi perintah dan instruksi tanpa mendengar keinginan anak.

Misalnya, 'kakak pakai baju ini, lalu makan', 'segera gosok gigi, pakai sepatu'. Sesekali mintalah pendapat anak, seperti 'ingin sarapan apa?', 'adik mau pakai baju warna biru atau hijau?', atau 'nanti kita main apa ya?.

   

8 dari 8 halaman

5. Pelampiasan

Beberapa anak juga melampiaskan kemarahannya di tempat lain. Misalnya di sekolah ia mendapat perlakukan buruk dari temannya dan tak bisa membalas. Sesampainya di rumah, anak menjadi pemarah atau bahkan menyakiti saudaranya. Orangtua memang harus lebih peka membaca situasi saat emosi anak sedang tak stabil.

 

Beri Komentar