Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
Ilustrasi/ Foto: Pixabay
DREAM.CO.ID - Bayi dengan kepala tampak datar atau dikenal dengan istilah kepala peyang di salah satu sisi sering kali membuat orang tua khawatir. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom kepala datar atau plagiocephaly.
Dilansir dari laman Alodokter, meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan penanganan yang tepat sejak dini.
Sindrom kepala datar terjadi ketika bentuk kepala bayi menjadi tidak simetris, biasanya karena tekanan berlebih pada satu sisi kepala.
Bayi baru lahir memiliki tulang tengkorak yang masih lunak dan mudah berubah bentuk, sehingga posisi tidur yang sama secara terus-menerus dapat menyebabkan bagian belakang atau samping kepala menjadi lebih rata.

Ada beberapa faktor yang dapat memicu sindrom kepala datar antara lain posisi tidur yang sama setiap hari, terutama jika bayi selalu tidur telentang menghadap satu arah, dan bayi yang terlahir kembar dari rahim kecil sehingga menekan tubuh bayi.
Kemudian, kurangnya waktu tengkurap (tummy time) saat bayi terjaga, serta kelahiran prematur, karena tulang kepala bayi prematur lebih lunak dan mereka sering menghabiskan waktu lebih lama di inkubator.
Kabar baiknya, sindrom kepala datar biasanya bisa membaik seiring pertumbuhan bayi. Beberapa langkah yang dapat membantu di antaranya, ubah posisi tidur secara bergantian. Cobalah memiringkan posisi kepala bayi ke arah berlawanan setiap kali ia tidur.

Lalu, perbanyak waktu tengkurap. Saat bayi terjaga, ajak ia bermain dalam posisi tengkurap untuk memperkuat otot leher dan mengurangi tekanan di bagian belakang kepala.
Selain itu, gendong bayi lebih sering. Menggendong atau menimang bayi membantu mengurangi waktu kepala menempel pada alas tidur. Bisa juga mencoba terapi helm khusus yang berfungsi membentuk tengkorak kepala agar simetris kembali.
Lantas, kapan harus membawa bayi ke dokter jika mengalami sindrom ini? Yakni, jika bentuk kepala bayi tampak sangat asimetris atau tidak ada perubahan setelah beberapa bulan melakukan perawatan di rumah.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas