Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Menteri Komunikasi Dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid / Dok: Komdigi
DREAM.CO.ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) merilis situs resmi bernama Tunasdigital.id. Kehadiran situs ini merupakan upaya pemerintah untuk mengajak para orangtua melindungi si kecil dari konten berbahaya.
Situs ini dirilis dalam acara 'Aman dan Sehat Digital Sejak Dini' di Jakarta, Sabtu, 1 November 2025. Ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas.
Dilansir dari laman resmi Komdigi, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid menyatakan, kehadiran Tunasdigital.id merupakan langkah tegas membuktikan komitmen pemerintah dalam memastikan ruang digital yang aman bagi anak-anak di Tanah Air.
" Tunasdigital.id bisa menjadi kanal pengetahuan bagi bunda-bunda untuk kemudian mengerti bagaimana membawa anaknya di era digital," ungkap Meutya.
Tunasdigital.id hadir untuk mencegah anak-anak terpapar konten negatif, eksploitasi, dan pelecehan. Selain itu juga mengantisipasi penggunaan gawai secara berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan psikologis anak serta melindungi data pribadi.
Meutya menjelaskan, platform tersebut tak hanya berisi tentang materi teoritis. Namun juga berisi aneka pengalaaman dari para ibu serta tips menjaga anak saat tengah aktif di ruang digital. Selain itu, ada juga konten dari para pakar.
" Konten dari para pakar sangat penting, misalnya terkait mana sih aplikasi yang aman untuk anak, mana aplikasi yang untuk umur dewasa, mana games yang bisa dimainkan untuk anak-anak usia sekian dan mana games yang belum boleh," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya mengatakaan, melalui PP Tunas dan Tunasdigital.id, Kemkomdigi berupaya menemani para keluarga Indonesia belajar bersama tentang hal-hal kecil yang dapat menjadi sarana menjaga anak di era digital.
" Ini adalah sebuah gerakan literasi digital yang membekali orang tua agar anak-anak bisa memilah informasi, menjaga etika online, serta menjelajahi dunia maya dengan aman. Sehingga anak tumbuh cerdas secara digital dan membawa sikap bijaknya ke dunia nyata," kata Fifi.
Perilisan Tunasdigital.id dikemas secara interaktif. Dilakukan kolaborasi dengan komunitas Kumpul Bareng Bunda FYP dan dihadiri sebanyak 2.000 ibu dari berbagai daerah yang berkumpul di Blok M Hub, Jakarta, selama dua hari pada 1 dan 2 November 2025.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya