BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Koleksi Baru Igun Di IFW 2017
Dream - Keindahan bordir dan batik Kudus menarik perhatian Ivan Gunawan. Desainer bertangan dingin ini berhasil membuktikan bahwa kain tradisional bisa didesain menjadi rancangan bergengsi.
Bersama 3 desainer APPMI Jakarta, mereka sepakat mengusung kekhasan bordir Kudus dalam busana bertemakan 'Savana Muria'.
Membawa label pertamanya 'Ivan Gunawan', desainer sekaligus presenter ini ingin membuktikan bahwa bordir kerancang yang biasanya dikenakan untuk kebaya encim dan kutu baru dapat menjelma menjadi dress yang modern.
" Kalau biasanya cuma dipakai di kebaya encim, taplak meja, dan mukena, di tangan Igun bisa berbeda. Sesuatu yang kedaerahaan enggak boleh dikerjakan secara daerah harus lebih modern jadi gaun-gaun yang bisa dipakai menghadiri red carpet," tutur Ivan di Jakarta Convention Center, Minggu 4 Februari 2017.
Ivan memadukan bordir kerancang dengan kain-kain berwarna terang seperti kuning lemon dan shocking pink. Serta mengolah batik Kudus menjadi lebih modern dengan teknik printing dan pewarnaan yang berwarna lebih lebih lembut.
" Style abstrak terinspirasi dari tegel kuno dan bunga anggrek. Serta batik-batik print yang saya print sendiri ya," imbuhnya.
Selain Ivan Gunawan, ketiga desainer lainnya ikut mengolah bordir khusus menjadi busana yang lebih futuristik. Seperti Rudy Chandra yang terkenal dengan rancangan feminin elegan, mencoba menuangkan bordir Kudus dalam bentuk bunga-bunga seruni, ranting dan kupu-kupu yang cantik.

Dalam busana bernuansa off white, Rudy coba menghadirkan teknik kerancang dua dimensi. Dimana bunga seruni digambarkan sebagai pecahan-pecahan kelopak dari bahan yang dibordir, lalu dirangkai kembali menjadi bunga berbentuk tiga dimensi.

Berbeda dengan Defrico Audy yang menampilkan warna-warna bold dalam nuansa serba hijau. Di tangannya, bordir kerancang yang kokoh, rumit sekaligus indah diaplikasikan untuk memperindah cropped jacket, rok lurus, gaun panjang dan sheath dress.

Terakhir, Ariy Arka mengaplikasikan bordir Kudus dalam bentuk-bentuk yang maskulin untuk memperindah busana pria. Sehingga menghasilkan baju koko konservatif dan busana kantor yang unik.
Ariy menawarkan atasan yang dibordir secara penuh membnetuk motif ayam, burung flaminggo dan motif-motif lainnya. Sedangkan untuk pemilihan warna cenderung pada warna tanah, kayu, biru langit dna coklat.
(Laporan: Rifka Annisa)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
