Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
(c) Dream/Gilar Ramdhani
Minum jamu menjadi tradisi yang tidak bisa terpisahkan dari tradisi Indonesia. Meskipun sebagian besar jamu tradisional punya rasa pahit, nyatanya banyak masyarakat Indonesia yang tetap menggemarinya sejak dulu. Hal ni karena besarnya khasiat jamu tradisional ini untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus menghindarkan diri dari beragam penyakit.
Itulah kenapa jamu juga disebut sebagai obat tradisional dari Indonesia. Jamu sendiri dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Bahan-bahan alami itu diracik menjadi serbuk jamu, lalu diseduh dengan air panas dan diminum. Menariknya, meski bahan bakunya hampir sama, nyatanya setiap racikan jamu tradisional punya khasiat yang berbeda-beda.

Apabila bertanya kepada orang-orang tua, sebagian besar pasti sudah pernah minum dan mencicipi jamu. Baik itu jamu gendong dengan jamu pahit, jamu beras kencur, kunyit, jahe dan lainnya serta jamu serbuk. Hal ini membuktikan jika tradisi minum jamu telah berlangsung sejak lama.
Nah, demi mempertahankan tradisi minum jamu dan warisan Indonesia ini, terus berinovasi menghadirkan produk-produk jamu yang bisa dinikmati semua kalangan, termasuk anak-anak muda masa kini. Dari serbuk jamu, kapsul, pil, jamu cair dan jamu dalam kemasan botol yang siap minum. Bahkan rasanya tak hanya pahit, tapi juga enak dan menyegarkan saat diminum.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dalam acara Seminar Jamu Lifestyle" Jamu is more important than ever today. It's time to embrace the jamu lifestyle” pada hari Jumat, 20 Mei 2022 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.
" Sido Muncul bergerak di bidang jamu dan obat herbal. Kami sukses selama bertahun-tahun, kami membangun kepercayaan bagaimana supaya orang percaya dengan produk kami. Ketika, saya melihat bahwa peminum jamu serbuk mulai berkurang, maka kami membuat kapsul, pil, dan jamu cair. Di sisi lain, jamu serbuk tidak hilang. Karena generasi sekarang itu sudah gak seperti dulu, mereka inginnya yang enak," ungkapnya.

Bercermin dari fenomena tersebut, Irwan berpikir bahwa tradisi minum jamu gak boleh hilang sehingga pihaknya mulai menciptakan produk baru di pabrik Sido Muncul. Maka pada tanggal 9 September 2016, Sido Muncul meluncurkan Jamu Jamoe Lifestyle yang memiliki berbagai varian mulai dari Jamu Jamoe Lifestyle Teh Tolak Angin, Tolak Linu, Kunyit Asam, Beras Kencur, Kulit Manggis dan Daun Sirsak.
Dalam kesempatan yang sama, Pakar Kuliner Indonesia, Williams Wongso mengatakan manfaat jamu sangat luar biasa dan pengembangannya harus dimodernisasi. Edukasi untuk menjaga tradisi jamu juga perlu terus ditingkatkan. Bukan saja diaplikasikan sebagai minuman, tapi juga dalam makanan dan bahkan kosmetik. Tidak hanya tentang kesehatan saja tapi juga sesuatu yang enak.

" Saya dari kecil kenal jamu itu sesuatu yang memualkan karena jamu seduh seperti kopi dan kita telan sama lethek-letheknya. Baru bisa nikmati jamu dan gak perlu menunggu sakit untuk minum ya Sido Muncul. Rasanya enak dan itu satu hal perubahan," kata William.
William juga mengungkapkan jika Jamu Jamoe Lifestyle dari Sido Muncul merupakan suatu terobosan. Jamu tidak lagi menjadi sesuatu yang ditakuti, harus diseduh dan diminum semua dengan lethek-letheknya. " Sekarang trennya sudah berubah. Ini (Jamu Jamoe Lifestyle) sebuah terobosan dari Sido Muncul. Jamu sudah dalam kemasan, tinggal diminum dan nikmat," imbuhnya.

Kehadiran Jamu Jamoe Lifestyle dari Sido Muncul menurutnya sebuah inovasi yang sangat bagus dan bisa mengedukasi anak-anak muda tentang jamu. " Praktis ya, gak harus seduh-seduh gitu. Tadi saya minum kulit manggis, beras kencur, sama tolak angin yang ada rasa tehnya. Saya termasuk orang yang gak minuman berwarna, cuma air putih, paling kopi gitu, tapi kalau makan di luar ada alternatif jamu-jamuan, saya pasti pilih itu," ungkap Dira.

Dira menambahkan sebagai orang Indonesia, kita harusnya bersyukur jamu gampang diperoleh dan diakses. Dibandingkan di luar negeri. Melalui acara seminar Jamu Lifestyle ini, Dira berharap orang-orang bisa lebih mengerti dan mengenal jamu dan bisa menjadikan jamu bagian dari lifestyle.

Menariknya lagi, dalam seminar Jamu Lifestyle ini turut diperkenalkan sebuah buku berjudul Buku “ Jamu Lifestyle: The Indonesian Herbal Wellness Tradition” karya Metta Murdaya, Co-Founder & CEO JUARA Skincare. Buku yang ditulis dalam bahasa Inggris ini menceritakan perihal jamu dari berbagai sudut pandang dengan pendekatan holistik, menyuguhkan resep minuman dan makanan herbal serta panduan tentang cara mengintegrasikan jamu dalam kehidupan sehari-hari menjadi lifestyle.
Selain sebagai minuman, Metta juga mengatakan bahwa jamu juga mencakup perawatan diri. Termasuk di antaranya adalah lulur, bedak dingin, dan ramuan kecantikan tradisional lain menggunakan bahan-bahan alami yang juga menginspirasi Juara Skincare yang didirikannya di tahun 2007 lalu.
Menurutnya, dalam jamu ada berbagai macam filosofi. Sebagai minuman yang bisa dinikmati dan menyehatkan tubuh. Kemudian sebagai ritual kecantikan, jamu dapat memberikan rasa nyaman dan kebaikan bagi tubuh. Serta, elemen penting juga adalah koneksi atau relasi antar manusianya. Metta terdorong untuk mempromosikan perspektif holistik jamu tradisional ini ke tengah masyarakat internasional, terutama di New York yang menjadi domisili tempat tinggalnya, dan Amerika Serikat secara luas.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan