Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Sekolah
Dream - Banyak yang mengira kalau jadwal kegiatan sehari-hari baru bisa diperkenalkan ketika anak memasuki sekolah atau mulai berusia 2 tahun. Sejak bayi sebenarnya sebagai orangtua Anda sudah bisa membuat jadwal yang sama untuknya setiap hari. Mulai dari bangun, mandi, menyusu, sarapan, makan cemilan, hingga naik tempat tidur.
Dengan kebiasaan yang sama setiap hari, anak jadi terbiasa dengan keteraturan jadwal. Harapannya, saat bertambah usia dan masuk sekolah, si anak tidak terlalu kaget.
Jadwal juga membuat anak memiliki kebiasaan dan rutinitas yang terarah dan menjadi panduan bagi anak setiap harinya.
" Rutinitas dan jadwal juga membentuk anak jadi lebih disiplin dan bisa mengajarkannya membuat rencana detail terkait kesibukannya," kata Dr. Laura Markham, psikolog dari Your Parenting Solution.
Ketika memasuki masa-masa sekolah, mulai latihlah anak menyusun jadwal kegiatan sehari-harinya sendiri. Kebiasaan ini penting ditanamkan sebagai modalnya ketika ia mulai disibukkan dan harus membagi waktunya dengan jadwal sekolah yang padat, pekerjaan rumah, ekstrakurikuler dan les.
" Dengan terbiasa membuat jadwal sendiri, anak jadi tahu apa yang akan dikerjakannya. Mereka pun dilatih untuk membuat rencana matang dan skala prioritas. Dampingilah ketika anak membuat jadwal, tahu prioritasnya, hal ini akan sangat membantu mereka jadi pribadi yang disiplin," ujar Markham.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya