Helm Wajib Dimiliki Oleh Pengendara Sepeda Motor. (Foto: Liputan6.com)
Dream – Helm merupakan salah satu perlengkapan yang wajib dimiliki pengendara sepeda motor. Barang ini bisa melindungi kepala dari benturan ketika sedang mengemudi.
Tak hanya menjaga keselamatan kepala, helm kini juga mulai jadi item fashion. Dari model unik, retro, sampai canggih banyak beredar di pasar. Harganya pun beragam dari yang termurah Rp 70 ribuan sampai ratusan bahkan jutaan rupiah.
Namun ada satu hal yang sering dilupakan para bikers. Masih banyak pemilik sepeda motor meletakkan helm sembarangan setelah memakainya. Apalagi jika helm telah digunakan dalam waktu yang tidak lama, misalnya usai touring.
Ratno dari komunitas Belajar Helm seperti dikutip Dream dari Liputan6.com, Jumat 9 November 2018, menyarankan helm yang telah dipakai sebaiknya diletakkan terbalik. Lubang untuk masuk kepala berada di atas.
Dengan posisi terbalik, udara akan masuk ke helm. “ Tujuannya agar di dalam helm suhunya seperti suhu ruangan. Setelah helm digunakan, biasanya hawa panas mengendap. Jika dibiarkan, akan berakibat buruk,” kata dia kepada Liputan6.com di Jakarta.
Menurut Ratno, kondisi bagian dalam helm yang panas akan membuat tumbuhnya jamur dan bakteri yang menghasilkan bau tak sedap. Busa helm juga akan cepat kempes dan kain getas.
“ Jangan di-hairdryer juga karena pori-pori busa helm tidak akan kembali ke bentuk semula kalau kena uap panas dari hairdryer,” kata dia.
Ratno juga menyarankan pengguna untuk tak menjemur helm di bawah sinar matahari langsung. Kalau mau dijemur, hanya diangin-angin.
“ Jika suhu di dalam helm sudah sesuai dengan ruangan, helm bisa diletakkan seperti biasa,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Dream – Helm berperan penting bagi seorang pengendara motor. Meski banyak yang acuh dengan fungsinya, helm merupakan penyelamat pemotor manakala terjadi kecelakaan. Kepala akan lebih terlindungi jika terkena benturan.
Di pasaran, memang banyak tersedia berbagai merek helm dengan jenis yang beragam.
Kualitas yang ditawarkan juga berbeda-beda.
Dikutip Dream dari Liputan6.com, Sabtu 3 November 2018, General Manager Arai Helmet, Sakaguchi Yasuhiro, mengatakan helm harus bisa melindungi kepala ketika terjadi benturan akibat insiden.
Yasuhiro mengatakan ada beberapa kriteria yang harus dimiliki helm untuk memberikan perlindungan maksimal.
" Gunakan helm yang kompak dan bentuknya menyerupai bentuk kepala yang asli," kata dia di Jakarta.
Menurut Yasuhiro, ketika mengenakan helm seperti itu, beban benturan sedapat mungkin diredam dan bisa mengurangi cedera kepala.
" Kekuatan shell atau batok helm itu sendiri juga menentukan perlindungan yang diberikan," kata dia.
Makanya, tak heran kalau ada dua ukuran helm yang sama memiliki ketebalan bagian dalam yang berbeda.
Yasuhiro mengatakan bagian yang paling rentan dari helm adalah bukaan visor.
" Karena bagian ini rentan, Arai melakukan improvement pada bagian yang rentan ini. Kami memasang super fiber belt untuk memperkuat sisi ini,” kata dia.
Sekadar informasi, material super fiber ini harganya 6 kali lebih mahal dari fiber biasa, tetapi 30 persen lebih kuat daripada serat kaca biasanya. Serat super ini memiliki sifat fisik seperti logam.
“ Kuat terhadap tarikan dan tembusan. Memiliki sifat berat jenis yang ringan dan dinilai sangat cocok digunakan sebagai bahan batok helm. Ini alasan mengapa kami menggunakan material ini,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Septian Pamungkas)