Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hayo, Siapa Yang Pernah Naik Motor Sambil Mendengarkan Musik? (foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Tak jarang pengendara motor memilih mendengarkan musik untuk mengurangi bosan saat bepergian. Mereka memasang headset, baik dengan volume kecil atau hanya memasangnya di salah satu telinga.
Aktivitas ini memang menyenangkan. Selain dapat meredakan stres, musik juga membuat perasaan lebih bersemangat dan percaya diri.
Namun, mendengarkan musik saat berkendara ternyata memiliki risiko yang sangat besar. Saat berkendara sangat dibutuhkan konsentrasi penuh, mengendarai motor sembari mendengarkan musik melalui headset malah justru dapat memecah fokus ketika melaju di jalan.
Safety Riding PT Indako Trading Coy, Ismed Risya, selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara mengungkapkan, bahwa mendengarkan musik menggunakan headset saat berkendara dengan motor sangat berbahaya, mengingat kendaraan roda dua sangat mudah kehilangan keseimbangan.
Oleh karena itu, bukan tidak mungkin saat seorang pengendara mendengarkan musik maka konsentrasinya terpecah dan berpotensi terjadi kecelakaan.
Menurut Risya, jika pengendara menutup telinga dengan memakai headset, sama saja dengan mengurangi fungsi telinga.
Padahal, saat berkendara di jalanan umum, banyak hal yang wajib kita dengar dan perhatikan, misalnya ketika ada suara klakson atau suara kendaraan yang ada ada sekitarnya.
Jadi berkendara dengan menikmati musik sangat tidak dianjurkan dengan mempertimbangkan besarnya potensi yang dapat terjadi.
Selain tidak mendengarkan musik, para pengendara juga harus menguasai teknik berkendara dengan baik, seperti teknik menikung, pengereman yang baik, dan menjaga keseimbangan saat berkendara.
Menggunakan perlengkapan berkendara seperti helm SNI, jaket, dan masker juga menjadi bagian dari upaya keselamatan berkendara.
Selain itu, menerapkan postur tubuh yang baik saat berkendara juga sangat penting mendukung keselamatan di jalan raya.
“ Berkendara dengan sepeda motor masih menjadi salah satu alternatif mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan peranti wajib berkendara untuk modal menjaga keamanan, kenyamanan, sekaligus kesehatan, terutama di masa pandemi ini,“ kata Ismed, dikutip dari Federal Oil, Senin 7 Desember 2020.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya