Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Ibu Melahirkan (Foto: Shutterstock)
Dream - Membaca berbagai buku soal kehamilan dan persalinan, mengikut kelas dan seminar, hingga menonton video seputar persalinan. Persiapan sudah dilakukan, tapi situasi saat melahirkan bisa berbeda dengan dengan apa yang sudah dipelajari dan dibayangkan.
Beberapa kondisi ini kerap dialami ibu saat melahirkan. Jangan kaget jika Anda juga mengalaminya. Pastikan saja, mental sudah siap saat berjuang melahirkan buah hati tercinta.
- Bergetar dan mengigil hebat
Beberapa ibu mengalami gemetar saat kontraksi. Terutama ketika kontraksi kian intensif dan level rasa sakit naik drastis. Biasanya ditandai dengan bertambahnya bukaan. Tubuh ibu gemetar hebat hingga gigi gemeretak.
Bukan kedinginan, tapi respons dari hormon adrenalin, temperatur, serta aliran darah ibu dan bayi. Tubuh juga berusaha beradaptasi dengan nyeri kontraksi luar biasa yang muncul.
- Kelegaan luar biasa saat ketuban dipecahkan
Saat melahirkan ada yang ketuban dipecahkan dokter atau bidan untuk mempercepat proses persalinan. Meski ada juga yang sudah pecah secara alami. Sebelumnya, saat kontraksi air ketuban rembas dan keluar begitu saja tak bisa ditahan.
Tentu saja sangat tidak nyaman ketika air terus keluar dari organ intim. Sehingga saat dipecahkan muncul peraaan lega yang luar biasa.
- Bulu kemaluan dicukur suster
Untuk yang satu ini merupakan prosedur medis. Kondisi organ intim harus bersih dari bulu. Lalu saat ibu sedang kesakitan luar biasa siapa yang melakukannya? Tentu saja suster atau bidan.
Prosedur ini berlaku baik untuk persalinan normal maupun caesar. Jangan kaget jika suster meminta ibu untuk melepaskan pakaian dalam sambil membawa pisau cukur.
Sumber: Mom.me
© Dream
Dream - Menghadapi persalinan, ibu tentu melakukan sederet persiapan. Baik persiapan mental, maupun fisik. Salah satu yang tak banyak diketahui adalah membersihkan bulu di area kemaluan atau bulu pubis.
Bulu-bulu kemaluan ibu, baik yang menjalani persalinan normal maupun operasi caesar, akan dicukur oleh suster sebelum persalinan terjadi. Ada juga ibu yang memilih mencukur sendiri
atau di salon khusus.
Banyak yang bertanya-tanya mengapa hal ini harus dilakukan. Terutama pada mereka yang menjalani operasi caesar. Pertimbangan medis jadi alasan utama. Seperti dikutip dari
Momjunction, berikut alasannya.
- Higienis
Dengan dicukurnya bulu pubis, area vagina jadi lebih higienis saat bayi keluar. Hal ini penting untuk mengurangi risiko infeksi pada bayi. Biasanya setelah dicukur oleh suster, area intim akan disiram dengan larutan antiseptik.
- Mempermudah proses episiotomi dan penjahitan
Dalam persalinan normal, dokter kadang harus melakukan irisan untuk membuka vagina, agar bayi bisa keluar lebih mudah. Tindakan ini dinamakan episiotomi, yang dilakukan di area antara vagina dan anus. Setelah bayi keluar dokter juga akan menjahit area tersebut. Nah untuk mempermudah tindakan dan terjamin kebersihannya, bulu pubis tentu harus dicukur.
© Dream
- Operasi caesar
Meskipun ibu akan menjalani operasi caesar, bulu di area intim tetap harus dibersihkan. Pasalnya, sederet tindakan operasi akan dilakukan di sekitar vagina. Seperti memasang kateter urine, lalu pembedahan di area yang tak jauh dari vagina.
Pencukuran dilakukan untuk mengurangi risiko bulu vagina masuk dan bakteri di dalamnya masuk ke luka operasi yang bisa menimbulkan masalah infeksi.
Fakta lainnya yang juga harus diketahui, kondisi bulu kemaluan yang lembap merupakan tempat 'favorit' mikroba bakteri berkembang biak. Sehingga dengan membersihkan bulu-bulunya akan sangat baik untuk mengurangi risiko terjadi paparan bakteri ke bayi yang baru lahir.
Dengan dicukurnya bulu kemaluan, dokter juga lebih mudah melakukan tindakan apapun. Misalnya penggunaan vakum dalam membantu mengeluarkan bayi saat persalinan normal.
Setelah melahirkan, ibu juga lebih mudah membersihkan area intim yang masih mengalami trauma pasca persalinan. Termasuk mempermudah ibu membersihkan sisa-sisa darah nifas.
Untuk proses pencukuran sendiri ibu bisa melakukannya sendiri di rumah. Tapi, akan lebih baik di rumah sakit dengan alat yang streril dan karena harus dibersihkan cairan antiseptik. Tak perlu ragu untuk membicarakan hal ini pada dokter atau suster yang menangani.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A