7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Berada Di Dalam Pesawat. (Source: Shutterstock)
Dream - Mungkin, kamu sudah biasa menggunakan skincare saat berada di dalam pesawat. Biasanya, orang akan memakai pelembap, pembersih, atau masker wajah saat bepergian menggunakan pesawat.
Pasalnya, udara di dalam pesawat bisa membuat kulit terasa sangat kering. Terlepas dari pemakaian skincare yang mampu melembapkan kulit, Sahabat Dream juga harus menggunakan tabir surya.
Berdasarkan unggahan Dokter Kulit, Arthur Simon, kanker kulit atau melanoma dialami pilot 2 kali lebih sering dibandingkan orang lain.
“ Sebuah studi yang mengukur paparan UVA di kokpit pesawat menemukan bahwa paparan matahari selama 56 menit di ketinggian 30.000 kaki itu SAMA seperti masuk ke mesin tanning selama 20 menit,” tulis Arthur.

Foto: Shutterstock
Penutup jendela pesawat hanya bisa melindungi kulit dari paparan sinar UVB, bukan UVA. Jadi kamu tetap harus menggunakan tabir surya secara berkala untuk meningkatkan perlindungan kulit terhadap sinar matahari.
Hal ini menjadi semakin penting saat kamu mengalami penerbangan yang cukup lama. Jangan lupa pakai tabir surya meski pesawat melewati awan tebal atau salju. Hal yang juga tak kalah penting adalah jaga kelembapan kulit dengan menggunakan pelembap dan penuhi asupan cairan dengan baik.
View this post on Instagram
Dream - Masalah kulit bisa muncul saat naik pesawat. Kelembapan udara yang rendah di dalam pesawat membuat kulit lebih kering.
Kondisi tersebut justru memicu produksi minyak berlebih dan membuat kulitmu terasa lengket, kurang nyaman, serta berpotensi menyebabkan jerawat maupun komedo.
Ahli Kecantikan, Sharlena Hassani juga mengungkapkan kulit bisa terlihat kusam saat berada di ketinggian karena dekat dengan paparan sinar UV serta kurangnya aliran darah pada kulitmu.
Banyaknya masalah kulit yang dialami saat di pesawat membuat pemakaian skincare semakin penting. Hassani sendiri menyarankan pemakaian skincare sebelum naik pesawat untuk mencegah kulit kering serta masalah lainnya. Dilansir dari Skincare.com, berikut tips skincare saat naik pesawat.

Foto: Shutterstock
Gunakan pembersih wajah yang mampu melembapkan dan membersihkan kulit secara ekstra, jadi kulitmu tetap lembap setelah dibersihkan. Lanjutkan dengan pemakaian serum vitamin C untuk mencegah dampak buruk radikal bebas.
Kunci kelembapan kulit dengan pelembap dan gunakan krim mata serta tabir surya untuk memaksimalkan perlindungan kulitmu selama di pesawat.
Jaga kesehatan dan kelembapan kulit dengan memakai lip balm, hand cream, dan tabir surya. Aplikasikan tabir surya setiap 2 jam sekali dan tutup jendela pesawat untuk meminimalisir dampak buruk paparan sinar matahari.
Kamu bisa menggunakan produk yang mengandung peptide, ceramide, dan antioksidan untuk menjaga kelembapan kulit. Jangan lupa minum air putih untuk memaksimalkan pemakaian skincare.
Laporan Hany Puspita Sari
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?