Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Ilustrasi (Foto: Halaltren.com)
Dream - Bagi penikmat makanan, pasti tak asing dengan berbagai sajian kuliner tradisional yang disuguhkan dengan cara berbeda. Seperti misalnya rendang yang disuguhkan dengan salad khas Italia. Atau menikmati kelezatan sayur asem, martabak dan bunga kecombrang dalam segelas sorbet atau gelato?
Tak perlu heran, karena makanan-makanan ini rupanya disajikan dengan teknik gastronomi. Sebuah ilmu yang mempelajari hubungan antara budaya dan makanan.
Dan terkadang, masih banyak orang menganggap bahwa kegiatan gastronomi itu sama dengan berwisata kuliner. Dimana, keduanya ternyata memiliki pengertian yang berbeda meskipun sama-sama membahas tentang makanan.
Diungkapkan Presiden Indonesia Gastronomy Association (IGA), Indra Ketaren, Gastronomi bukan sekadar kuliner. Tapi lebih menekankan pada aktivitas menikmati makanan, disertai dengan pengalaman dan mempelajari sejarah dan budaya dari makanan itu sendiri.
" Kita bukan kuliner yang dalam artian sebagai tukang masak. Tapi Gastronomi itu tukang makan," ungkap Indra di Restoran Kembang Goela Sudirman, Jakarta Pusat, kemarin.
Ditambahkan Dewan Pendiri Indonesia Gastronomy Association (AGI), Guruh Soekarno Putra, biasanya kuliner menyuguhkan makanan yang dimasak oleh chef. Sementara gastronomi diartikan dalam kata kerja sebagai kegiatan melihat secara visual apa yang tersaji di hadapan.
" Kalau cara Barat itu garnish, padahal kan orang Indonesia tidak butuh itu. Tapi kalau gastronomi, selain makan kita juga mempelajari sejarah seperti misalnya Es teler yang lahir tahun 70-an," tegas Guruh.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
