Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Selai Kacang
Dream - Banyak orangtua menghindari memberikan jenis makanan tertentu pada balita karena dianggap pemicu alergi. Sebenarnya memperkenalkan banyak jenis makanan pada balita sangat penting. Hal tersebut agar mereka tak jadi pemilih makanan atau picky eater di kemudian hari.
Tiga asupan berikut seringkali dianggap `musuh` para balita karena memicu alergi. Tak ada salahnya untuk memberikan asupan-asupan berikut. Jangan takut akan reaksi alergi yang muncul, karena Anda tak akan pernah tahu si kecil alergi atau tidak sebelum memberikannya.
Selai kacang
Menurut pedoman terbaru dari American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, makanan yang berpotensi alergi seperti kacang aman untuk diperkenalkan kepada bayi saat berusia 6 bulan. Selai kacang bisa coba diberikan setelah bayi mencoba buah dan sayur. Hal ini mengingat selai kacang mengandung protein nabati yang tinggi, mineral, kalium, asam lemak, vitamin E dan zat besi yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi dan balita.
Selai kacang bisa diberikan di atas cracker tawar atau dijadikan olesan di atas roti, sebagai cemilan si kecil. Jika memang Anda atau suami memiliki riwayat alergi parah, bisa terlebih dulu
dikonsultasikan ke dokter si kecil sebelum memberikan selai kacang.
Telur
Telur bisa dibilang paket nutrisi super lengkap. Jadi akan sangat rugi jika tak memberikannya pada si kecil. Teksturnya yang lembut setelah dimasakan sangat mudah dicerna bayi.
Kandungan zat besi, folat, asam lemak juga sangat baik bagi perkembangan otak bayi. Vitamin A, D dan E juga sangat tinggi. Anda bisa memperkenalkan telur dalam bentuk orak-arik, atau
telur rebus. Bisa dijadikan lauk makanan utama atau cemilan.
Mentega
Tak perlu takut dengan kandungan lemak pada mentega. Justru lemak tersebut sangat dibutuhkan bayi untuk perkembangan saraf dan otaknya. Kandungan lemak dan kolesterol pada makanan sebetulnya tak perlu dipusingkan jika anak masih berusia di bawah 2 tahun. Mentega juga memberikan rasa yang lebih nikmat saat diolah. Jadi, mulai sekarang jangan segan untuk mengolah makanan si kecil dengan mentega.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya