Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jembatan Situgunung (Liputan6.com)
Dream - Ingin menikmati liburan dengan nuansa alam asri, Sukabumi bisa jadi pilihan. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta sehingga tak butuh waktu lama untuk bisa sampai di salah satu kabupaten di Jawa Barat ini.
Sukabumi terkenal dengan pemandangan alamnya yang asri. Ada wisata gunung, pantai, bahkan hutan sekaligus.
Tetapi, mungkin tidak banyak yang tahu Sukabumi punya destinasi menarik berupa jembatan gantung. Namanya Situgunung Suspension Bridge yang terletak di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Panjang jembatan ini mencapai 243 meter dengan lebar 1,2 meter dan tinggi 107 meter. Dengan ukuran tersebut, Jembatan Gantung Situgunung dinobatkan sebagai jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara.

Diresmikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, pada 9 Maret 2019, jembatan ini dibangun oleh PT Frontis Aqua Vivam bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrangro. Proyek pembangunan jembatan ini dimulai pada Mei 2017.
Selama proses pembangunan jembatan ini, tidak ada satupun alat berat digunakan. Waktu yang dibutuhkan hanya 4 bulan dan jembatan ini sudah mendapatkan sertifikat keselamatan dan kenyamanan serta dinyatakan lolos dalam uji beban dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Direktur Jembatan Situgunung, Dede Asad, mengatakan masyarakat tidak perlu takut menyeberangi jembatan ini. Disediakan sabuk pengaman lengkap dengan pengait dan ikat pinggang yang bisa dipasang ke pegangan jika terjadi turbulensi.

Peralatan keamanan disediakan di pintu masuk. Para pengunjung yang menyeberang akan didampingi staf yang bersiaga di tengah jembatan.
Sampai di ujung jembatan, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju Curug Sawer. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari jembatan.
Kawasan wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Tersedia juga beragam paket wisata yang ditawarkan, baik untuk perorangan, kelompok, bisa juga untuk pemotretan pre-wedding.
Sumber: Liputan6.com/Henry Hens
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya