Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Billionaire’s Project)
Dream - Brand streetwear lokal milik Arief Muhammad, Billionaire’s Project luncurkan koleksi spesial Oktober Social Terror, dengan hantu-hantu Jepang sebagai karakter utama.
Koleksi spesial ini didesain dengan kesan spooky tapi tetap terlihat fun yang menjadi ciri khas ilustrator lokal Kemas Acil.
“ Sekuel kedua tahun ini bertajuk social terror, yang memiliki arti sebagus apapun karya kita pasti ada aja netizen yang meneror kita dengan ucapan tidak suka atau menjelekkan karya kita. Terutama di sosial media yang tidak terkontrol," ungkap Faisal Abdul Muhsin, Marketing Manager Billionaire’s Project, Selasa, 27 Oktober 2020 kemarin.
" Karena saat ini teror itu bukan hanya dari hantu, tetapi dari manusia itu sendiri,” tambahnya.

Sejak pertama kali berdiri Maret tahun lalu, Billionaire’s Project sudah banyak melakukan kolaborasi. Sebut saja dengan brand ASUS, ilustrator Muchlis Fachri a.k.a Muklay.
Bahkan, Billionaire’s Project X Hari Merdeka ‘Make Peace Not Drama’ pada Agustus 2019 berhasil dilelang seharga Rp40.500.000. Tak cuma itu, lelang itu dicatat rekor MURI sebagai “ Busana Merk Lokal Dengan Hasil Penjualan Tertinggi”.
Yang unik dari brand lokal satu ini adalah semua produk hasil kolaborasi dengan brand atau ilustrator lokal, yang dijual pada e-commerce langsung sold out hanya dalam hitungan menit.
Melihat hal ini artinya produk lokal sudah memiliki value tersendiri dan dapat bersaing dengan label fashion luar.
“ Produk kami selalu limited dan tidak pernah restock. Jadi hasil kolaborasi itu hanya kami produksi secara terbatas dan eksklusif. Salah satu visi kami adalah melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa kualitas merk lokal tidak selamanya berada di bawah merk luar, produk lokal juga memiliki value tinggi,” tambah Faisal.
Koleksi Billionaire’s Project X Kemas Acil diproduksi secara terbatas. Hanya 1.500 pcs yang mencakup T-Shirt, Hoodie, Kemeja, Jaket dan Kimono.
Produk-produk limited edition ini bisa didapatkan dengan range harga Rp400 ribu-Rp700 ribu melalui e-commerce mulai akhir Oktober.


“ Karena tahun ini hantu-hantu Jepang menjadi karakter utamanya, maka edisi khusus kali ini Billionaire’s Project juga meluncurkan produk baru yaitu Kimono, pakaian khas Jepang yang kami desain dengan memberikan kesan formal tetapi tetap artsy dan stylish," jelas Faisal.
" Kami hanya produksi 1.500 untuk produk Billionaire’s Project X Kemas Acil ini yang akan diluncurkan saat perayaan Halloween nanti," tutupnya.


Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya