Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Akibat Kebiasaan Tidur Tetap Pakai Lensa Kontak. (Foto: Facebook Vita Eye Clinic)
Dream - Beberapa hari yang lalu, tepatnya 29 April 2019, seorang dokter spesialis mata dari Vita Eye Clinic di Amerika Serikat membagikan kasus pasiennya di Facebook.
Unggahan tersebut menjadi viral setelah dibagikan ke lebih 275 ribu akun hanya dalam empat hari.
Dalam unggahannya, dia menceritakan kornea seorang pasien wanita dimakan oleh bakteri yang berkembang di matanya.
Menurut dokter tersebut, bakteri tumbuh di mata karena pasiennya punya kebiasaan tidur sambil tetap memakai lensa kontak.
Bagaimana wanita itu bisa mengalami kejadian yang cukup mengerikan itu? Simak penjelasan sang dokter berikut.
Dokter itu menjelaskan kornea sang pasien digerogoti oleh bakteri jenis Pseudomonas.
Bakteri ini merupakan penyebab utama mata mudah mengalami gangguan penyakit yang bisa mengakibatkan kebutaan.
" Bakteri menyerang dengan menggerogoti kornea mata. Hanya dalam beberapa hari, kornea akan dipenuhi dengan jaringan sel mati berwarna putih," katanya.
Dokter mulai memberikan obat tetes antibiotik secara berkala. Setelah itu pasien diberi steroid untuk mengurangi efek bekas luka permanen di kornea.
Saat ini kondisi pasien sudah membaik. Tapi ketajaman pandangan pasien menunjukkan tanda-tanda menurun drastis.
Dalam beberapa foto terlihat warna di sekitar dan di dalam kornea mata pasien berubah jadi hijau terang.
Dokter menerangkan bahwa warna hijau itu adalah sisa-sisa pewarna fluorescein lensa kontak yang masih menempel di mata.
Area yang menjadi tempat berkumpulnya pewarna hijau itu sebelumnya adalah bekas bisul.
Kata dokter, bisul itu sendiri tumbuh dengan sangat cepat. Bisul tersebut membesar hanya dalam waktu 36 jam.
Menurut laporan, wanita itu mengira hanya mengalami bisul kecil di matanya.
Namun saat memeriksakan diri, dokter menemukan bisul yang sangat besar di dalam kornea matanya.
Saat itu, pandangan wanita tersebut hanya mampu menerima cahaya saja.
Meski telah mendapatkan perawatan, wanita itu kemungkinan akan mengalami kebutaan.
Dokter mengatakan, semakin banyak orang yang memakai lensa kontak hingga semalaman.
Hal ini telah dikaitkan dengan meningkatnya kasus keratitis mikroba di mata.
Pemakai diperingatkan untuk tidak memakai lensa kontak semalaman karena tidak sepadan dengan risikonya.
" Peringatan ini langsung dari literatur medis dan tidak bisa diperdebatkan. Jangan tidur dengan lensa kontak.
Dokter itu mengakui bahwa dia sengaja memposting masalah pasiennya sebagai 'taktik menakut-nakuti' agar pemakai lensa kontak sadar dengan kebiasaan buruknya.
" Hanya perlu beberapa detik untuk melepas lensa kontak. Mata berpotensi mengalami kerusakan permanen jika Anda membiarkannya tetap terpasang semalaman.
" Orang-orang perlu melihat gambar-gambar ini dan mengingatkan diri sendiri, keluarga, dan teman-teman agar menyadari penyalahgunaan lensa kontak."
(Sah, Sumber: World of Buzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya