Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kebisingan Dari Lalu Lintas Tak Hanya Berujung Kepada Gangguan Pendengaran. (Foto" Shutterstock)
Dream – Pasang surut urbanisasi yang terjadi membuat sebagian besar lingkungannya terpengaruh. Dengan jumlah warga yang bertambah, jumlah pengguna kendaraan juga meningkat. Imbasnya masalah polusi suara semakin membesar.
Selama ini kita hanya mengetahui polusi suara hanya akan mengganggu pendengaran manusia. Namun ternyata masalah kesehatan lain juga bisa muncul karena gangguan suara ini.
Dikutip dari Jalopnik, Minggu 28 Februari 2021, polusi suara yang diakibatkan oleh kebisingan lalu lintas berakibat fatal, lebih buruk daripada pendengaran terganggu. Menurut studi dari Annual Review of Public Health, tingkat kerusakan dari suara tersebut dianggap membahayakan hanya setelah periode waktu yang lama.
Pada studi yang dikutip oleh The Atlantic City tahun 2020, respon fisik tubuh terhadap suara keras mempengaruhi endotelium atau lapisan dalam arteri dan pembulu darah.
Lapisan akan meradang dan akan mengganggu fungsi pembuluh darah yang kemudian akan menyebabkan penyakit kardiovaskular.
Padahal kita sudah menghindari banyak gangguan pendengaran dengan mengurangi bepergian ke tempat, seperti konser atau lapangan tembakan. Tapi masih saja dapat terkena gangguan kebisingan dari lalu lintas.
Suara dari truk bisa memproduksi dari 70 hingga 90 desibel dan sirine mobil bisa sampai 120 desibel.
Mobil dengan peredam suara yang jelek juga dapat menghasilkan kebisingan dan beberapa mobil bisa saja menghasilkan produksi polusi suara yang lebih parah dari mobil lain.
Mobil seperti Jeep akan lebih menghasilkan polusi lebih besar dari pada mobil sedan atau wagon. Salah satu yang dapat mempengaruhi tingakatan suara adalah dari ban atau radio kendaran yang digunakan.
Untuk mengurangi kebisingan tersebut dapat dilakukan dengan memakai helm, seperti helm muka penuh (full face). Namun sayangnya tidaklah mungkin orang di dalam mobil atau rumah akan memakai helm hanya untuk mengurangi paparan suara.
(Laporan: Josephine Widya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya