Wanita Hamil. (Source: Shutterstock)
Dream - Warganet kembali dihebohkan dengan kabar janda Cianjur yang mengaku hamil tanpa berhubungan seksual. Bahkan, ia pun tidak merasakan tanda kehamilan sebelum perutnya membesar.
Perempuan berinisial SZ ini mengaku merasa miss V-nya dimasuki angin yang akhirnya membuat perutnya membesar. Dia juga mengaku hanya sadar sedang mengandung satu jam sebelum melahirkan.
Namun, polisi rupanya menemukan sejumlah fakta lain terkait kasus itu. Salah satunya, polisi menyebut bahwa SZ baru bercerai dengan mantan suaminya empat bulan lalu.
Apapun akhir teka-teki kasus SZ nanti, sebenarnya kehamilan mungkin saja terjadi tanpa penetrasi. Kasus tersebut disebut splash pregnancy.
Dilansir Sehatq.com, splash pregnancy bisa terjadi ketika cairan ejakulasi dikeluarkan di bagian luar miss V, memegang area miss V menggunakan jari yang terdapat air mani atau menempelkan penis yang masih memiliki cairan pra ejakulasi pada miss V.
Lalu, bagaimana caranya untuk meminimalisir kemungkinan kehamilan? Lakukanlah tips berikut.
Memakai kondom
Meskipun tidak selalu efektif mencegah kehamilan, namun pemakaian kondom bisa mencegah air mani atau cairan ejakulasi menyentuh miss V. Sehingga, potensi kehamilan dan tertular infeksi menular seksual pun lebih kecil.
Mengonsumsi pil KB secara rutin sangat efektif mencegah kehamilan hingga 91 persen. Tapi, kamu harus berkonsultasi dengan dokter agar lebih aman dan tidak terjadi efek samping yang buruk untuk kesehatan.
Memakai patch
Patch merupakan alat penunda kehamilan berbentuk koyo yang memicu pelepasan hormon penghambat produksi sel telur. Efektivitasnya juga sama dengan pil KB, sehingga kamu bisa menggunakannya untuk mencegah kehamilan.
Berbeda dengan pil, IUD merupakan alat yang harus dimasukkan ke dalam miss V. Alat ini akan mencegah sperma agar tidak membuahi sel telur.
Alat ini dinilai cukup praktis karena dapat mencegah kehamilan sebesar 99 persen selama 3-10 tahun.
Suntik KB
Jika ingin mencegah kehamilan sementara, kamu bisa melakukan suntik KB. Suntik KB akan bertahan selama 12-15 minggu dan memiliki efektivitas sebesar 94 persen.