Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Roti Kembang Waru/ Foto: Shutterstock
Dream – Yogyakarta bukan hanya dikenal sebagai kota budaya, tapi juga jadi tujuan wisata kuliner otentik. Jika membahas makanan khas Yogyakarta, Sahabat Dream mungkin langsung teringat dengan gudeg dan bakpia.
Selain dua makanan tersebut ada lagi yang wajib dicicipi jika sedang berkunjung ke kota pelajar ini, yaitu roti Kembang Waru. Roti ini kabarnya sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram.
Dulu disajikan sebagai teman jamuan minum teh. Dikutip dari akun Instagram resmi @visitingjogja, roti Kembang Waru memiliki 8 sudut yang ternyata mengandung makna berupa unsur alam, yaitu air, api, angin, bulan, bintang, langit, bumi, dan matahari.
Salah satu yang masih membuat roti klasik ini adalah warung roti " Pak Bas & Bu Gidah" yang sudah ada sejak 1983. Lokasinya ada di Kota Gede. Keunikan roti adalah cara membuatnya masih sangat tradisional.

Memanggangnya menggunakan oven arang. Dicetak satu per satu oleh ibu Gidah sendiri yang sudah sepuh. Nama Kembang Waru ini ternyata juga berupa singkatan yang artinya cukup dalam yaitu KEMbalilah BANGsaku WAjib RUkun.
Kalau kamu penasaran bagaimana cara membuatnya, datang pagi-pagi sekali ke warung roti ini. Intip dulu videonya, dijamin ingin langsung menyantap roti nikmat ini hangat-hangat.
View this post on Instagram
Komentar warganet pun bermunculan. Seperti dari akun @dewi_sugiharto, “ Memang enak kuenya msh resep zaman dulu blm mengenal toping2an kyk skrg . Jadi ngiler liatnya tunggu habis Ppkmnya baru otw Jogja lagi,” tulisnya.
Lalu akun @em.nugroho, berkomentar “ Legend banget nih,dulu sering banget dibeliin sama bapak kalo lagi ada kerja di Jogja,eh sekarang kuliah di Jogja dan baru ingat lagi sama roti ini habis liat video ini, jadi pengen beli" .
Laporan : Delfina Rahmadhani
Dream - Serial " Upin Ipin" begitu populer di Indonesia. Sahabat Dream mungkin juga suka menontonnya. Salah satu tokoh di serial ini adalah Ismail bin Mail. Tokoh Mail ini digambarkan suka sekali berjualan untuk membantu ibunya.
Apa pun dijualnya dan yang paling terkenal adalah sayap ayam yang dijualnya dengan promosi " dua seringgit, dua seringgit" . Rupanya, ada juga yang menjual ayam ala Mail di Yogyakarta.
Hal ini diketahui dari unggahan akun Instagram @jogjataste. Akun tersebut menampilkan dirinya saat mencicipi " Kepak Ayam Madu si Mae" . Sayap ayam yang telah berlumur bumbu tebal dipanggang di atas bara.
Ada juga yang ditusukkan lalu digantung. Harganya juga sangat terjangkau.

" Gokill sih ini cobakkk seporsi cuma 10K, bisa dapet sate 3 tusuk atau kepak ayam pake nasi hainan plus sambel & mayo," tulis @jogjataste.
Warganet pun ramai berkomentar. Ada yang penasaran dengan rasanya dan membandingkan dengan ayam si Mail di Upin Ipin.

Seperti komentar @indah_hyura_ yang menulis 'Ayam golek mail.....2 singgit 2singgit'. Ada juga komentar dari @najialubiss' yang berkomentar " Ini kayak di Malaysia" .
Sementara akun @thy.dhanty yang berkomentar " Enak banget sih emang ini, udah nyobain pas pertama buka" . Wah, jadi bikin penasaran rasanya, Sahabat Dream.
View this post on Instagram
Dream - Hidangan tumpeng selalu hadir dalam banyak perayaan dan syukuran. Berupa nasi berbentuk gunung yang tinggi dengan beragam lauk seperti urap sayur, ayam bakar, tempe, kentang , telur dan masih banyak lagi.

Biasanya, nasi tumpeng berwarna putih atau kuning. Tahukah Sahabat Dream, kalau ada juga tumpeng biru? Tumpeng biru atau disebut juga tumpeng kapuranto, dikutip dari akun Instagram resmi Kraton Yogyakarta @kratonjogja, terbuat dari nasi putih yang diberi pewarna makanan berwarna biru.
Tumpeng ini rupanya biasa dihadirkan sebagai simbol atau media permintaan maaf dari pembuat kepada orang yang diberi. Selain itu, ada juga tumpeng monco warno yang berarti aneka warna.
Pawon keraton biasa menyiapkan tumpeng yang berukuran relatif kecil dalam tujuh warna, seperti merah, biru, hijau, cokelat, dan hitam. Tumpeng ini disajikan di atas ancak atau wadah persegi dari tangkai daun pisang dan potongan bambu yang merupakan simbol agar berbagai keinginan terwujud dengan baik.

Kata ‘tumpeng’ konon merupakan akronim dari ‘tumapaking penguripan-tumindak lempeng-tumuju Pangeran’ yang bermakna bahwa manusia itu harus menuju jalan Tuhan Yang Maha Esa. Penyajian tumpeng menjadi salah satu simbol permohonan atas perlindungan, keselamatan, dan ridha dari Tuhan untuk setiap hajat dalam hidup.
Di Keraton Yogyakarta, terdapat tidak kurang dari 17 jenis tumpeng yang umumnya disajikan dalam momentum tertentu. Nama, bentuk, dan jenisnya pun bermacam-macam tergantung cara pembuatan, lauk pauk pendamping, cara penyajian, serta berbagai bahan pelengkap lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya