Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kerusakan Akibat Gempa Bumi.
Dream – Gempa berskala 7,4 skala Richter dan tsunami yang menerjang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah tak hanya membuat ratusan nyawa melayang. Bencana alam ini juga membawa masyarakat kehilangan harta bendanya, termasuk kendaraan.
Sejumlah motor dan mobil tampak bergelimpangan di jalanan setelah tersapu ombak tsunami atau tertimpa bangunan akibat gempa.
Head of Communication and Event Asuransi Astra, Iwan Pranoto, seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin 1 Oktober 2018, mengatakan pada dasarnya aset bisa diasuransikan, termasuk kendaraan. Iwan mengatakan pemilik kendaraan harus memastikan asuransinya termasuk risiko gempa bumi dan lain-lain.
“ Risiko karena act of god. Kalau di-polis standar, termasuk yang dikecualikan alias no coverage. Supaya bisa di-cover tertanggung, harus pastikan polisnya ada jaminan tersebut. Kalau nggak ada, bisa minta perluasan,” kata dia.
Sekadar informasi, ada dua jenis asuransi yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.
Total Loss Only
Yang dimaksud adalah kehilangan total adalah biaya perbaikan untuk kerugian yang terjadi nilainya lebih dari 75 persen dari harga kendaraan sesaat sebelum kerugian, serta menjamin kerugian apabila kendaraan hilang dicuri.
Comprehensive
Artinya, keseluruhan risiko. Ini berarti perusahaan asuransi akan membayar klaim untuk semua jenis kerusakan, mulai dari yang ringan, rusak berat, hingga kehilangan. Agar perlindungan terhadap mobil lebih optimal, kamu bisa menambahkan perluasan jaminan dalam polis asuransi Anda.
(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Dream - Fenomena mengerikan pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terjadi. Setelah video yang beredar di Sigi, fenomena tanah `melahap` bangunan juga terjadi di tempat lain.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, fenomena itu bernama likuifaksi (liquefaction).
Fenomena itu menjadikan tanah berubah jadi lumpur seperti cairan kemudian amblas karena kehilangan kekuatan.
" Detik-detik saat rumah-rumah bergerak dan roboh disebabkan proses likuifaksi dan amblesan akibat gempa 7,4 SR di Kota Palu," tulis Sutopo di akun Twitternya seperti diakses Dream, Senin 1 Oktober 2018.
Menurut Sutopo, permukaan tanah itu bergerak dan amblas sehingga semua bangunan hancur. Proses geologi yang sangat mengerikan.
" Diperkirakan korban terjebak di daerah ini," tambah Sutopo yang tidak menyebutkan lokasi video terbaru dari fenomena mengerkan itu.
Sebelumnya, Sutopo menyebut munculnya lumpur dari permukaan tanah menyebabkan amblasnya bangunan dan pohon di Kabupaten Sigi dekat perbatasan Palu. Penyebabnya gempa 7,4 SR yang terjadi pada Jumat 28 September 2018 itu.
Dikutip dari laman Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), likuifaksi membuat tanah kehilangan kekuatan dengan cepat akibat getaran gempa.
" Likuifaksi bertanggung jawab atas banyaknya kerusakan yang mengerikan dalam sejarah gempa bumi di seluruh dunia," tulis iagi.or.id dikutip dari Liputan6.com.
Berikut video tanah bergerak selain di Sigi:
Detik-detik saat rumah-rumah bergerak dan roboh disebabkan proses likuifaksi dan amblesan akibat gempa 7,4 SR di Kota Palu. Permukaan tanah bergerak dan ambles sehingga semua bangunan hancur. Proses geologi yang sangat mengerikan. Diperkirakan korban terjebak di daerah ini. pic.twitter.com/Vf5McUaaSG
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)September 30, 2018
(ism, Sumber: Twitter.com/Sutopo_PN)
Dream - Sebelumnya tanah bergerak juga terjadi di Kabupaten Sigi. Video yang terekam begitu mengerikan. Berikut videonya:
Munculnya lumpur dari permukaan tanah yang menyebabkan amblasnya bangunan dan pohon di Kabupaten Sigi dekat perbatasan Palu akibat gempa 7,4 SR adalah fenomena likuifaksi (liquefaction) Likuifaksi adalah tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan. pic.twitter.com/uxTODECMEX
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)September 29, 2018
(ism, Sumber: Twitter/Sutopo_PN)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya