Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kentang Bertunas/ Foto: Shutterstock
Dream – Kentang termasuk sayuran yang bisa disimpan lama. Biasanya kita menyetok kentang dan ditaruh di dapur. Baru mengolahnya setelah beberapa kemudian. Saat disimpan terlalu lama, tunas pada kentang kerap bermunculan.
Sahabat Dream mungkin bingung setelah disimpan, mulai bermunculan tunas pada kentang dan apakah aman dikonsumsi? Kentang saat bertunas cukup aman dimakan tapi jika teksturnya masih keras saat disentuh.
Tidak lunak atau keriput dan mengkerut, serta tunas yang muncul tak terlalu besar. Penting diingat, munculnya tunas berarti terdapat racun, sehingga perlu dibuang sebelum diolah.
Hal yang perlu dilakukan adalah singkirkan tunas dan bintik-bintik pada kentang yang muncul. Setelah itu baru kentang aman untuk diolah dan dikonsumsi. Bila tunas yang tumbuh cukup besar dan kentang jadi lebih lembek sebaiknya tak dikonsumsi.
Kondisi tersebut bisa menggambarkaan munculkan dua racun alami yang disebut solanin dan chaconine, dua jenis racun alami yang dikenal sebagai glikoalkaloid, terdapat pada tanaman kentang. Keduanya paling banyak di bagian inti, kecambah, dan kulit, tetapi tidak pada bagian kentang lainnya.
Senyawa ini beracun bagi manusia dan dapat menyebabkan sakit kepala, muntah, dan gejala pencernaan lainnya. Untuk itu penting menyimpan kentang dengan aman agar tak mudah muncul tunas.
Caranya adalah dengan membeli kentang berkualitas baik dan selalu simpan di tempat yang kering. Simpan dalam wadah sendiri jangan taruh dekat buah-buahan.
Laporan : Siti Sarah Al Hafizd/ Sumber: The Spruce
Buat kamu yang berjualan makanan atau suka memesan makanan secara online, bisa tengok ManisdanSedap.com. Selain membantu penggemar kuliner menemukan dan memesan beragam menu favorit, platform ini juga membantu para pemilik UMKM untuk menampilkan jualan mereka sebagai 'etalase'.
Lengkap dengan tombol pembelian langsung menuju ke nomor whatsapp Seller, pembeli dapat berinteraksi dengan Seller dan melakukan transaksi terpisah dari platform. Yuk, bikin usaha kuliner rumahanmu makin dikenal dengan ikutan gabung ke ManisdanSedap.com!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya