Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hidroponik Tumbuhan Bahan Pangan Di Gedung/ Foto: Instagram @rvsinghsaharatv
Dream - Menanam tomat, mentimun, apel, selada serta tanaman pangan lain di rumah mungkin sudah sering kamu lihat. Cobalah tengok pertanian hidroponik yang dibangun di rumah tiga lantai milik Ramveer Singh di India.
Pertanian di gedung miliknya ini merupakan sebuah keberhasilan konsep hidroponik yang luar biasa. Awalnya, ia menekuni pertanian bahan pangan dengan hidroponik ini setelah berhenti dari profesinya pada 2009.

Foto: Instagram @rvsinghsaharatv
Ramveer memilih untuk menerapkan hidroponik di rumah miliknya. “ Saya terpesona dengan jenis metode pertanian hidropinik. Itu tidak membutuhkan tanah dan bisa ditanam dengan lebih sedikit serangan hama. Selain itu, menghemat hampir 80 persen air yang dibutuhkan untuk menanam tanaman,” ujarnya.

Foto: Instagram @rvsinghsaharatv
Akhirnya, ia mengubah rumah tiga lantainya menjadi pertanian hidroponik untuk menanam lebih dari 10.000 tanaman, termasuk sayuran dan buah-buahan.
Di pertaniannya, ia menggunakan pipa PVC untuk membawa air yang kaya nutrisi ke tanaman. Sistem ini dirancang dengan menggunakan pipa untuk mengedarkan air dengan bantuan gravitasi.

Foto: Instagram @rvsinghsaharatv
Hal ini memastikan bahwa sekitar 16 nutrisi, seperti magnesium, tembaga, fosfor, nitrogen, seng, dan lainnya didistribusikan secara merata ke setiap tanaman.

Foto: Instagram @rvsinghsaharatv
Pertanian yang ia namakan Vimoa Organix and Hydroponics kini menghasilkan Rs 70 lakh per tahunnya atau sekitar Rp 1,32 miliar.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Thebetterindia.com
Dream - Menyimpan bahan makanan dengan benar sangat penting untuk diketahui agar tahan lama dan tak mubazir. Banyak orang menyimpan makanan segar seperti buah dan sayuran langsung ke dalam satu tempat.
Tahukah Sahabat Dream bahwa tidak semua makanan dapat disimpan bersama? Saat bahan makanan terutama sayur dan buah disimpan dalam satu tempat, malah akan mempercepat pembusukan makanan.
Hal ini disebabkan kandungan yang terdapat dalam beberapa makanan yaitu etilen, suatu gas yang dapat merusakan buah dan sayuran lain di sekitarnya. Untuk mencegahnya, kamu perlu tahu bahan makananyang mengandung etilen dan bagaimana menyimpannya dengan benar. Berikut panduannya.
Jauhkan Bawang dari Apel dan Kentang

Menyimpan bawang berbarengan dengan apel dan kentang akan membuatnya beraroma bawang. Menyimpan bawang dengan kentang secara bersamaan juga dapat mempercepat pematangan kentang, akan memicu tumbuhnya tunas dan akar. Sebaiknya menyimpan apel tidak dibarengi buah-buah lain, karena apel mengeluarkan banyak gas etilen dan akan mempercepat kematangan buah di sekitarnya.

Melon juga mengandung gas etilen yang dapat dapat mempercepat proses pematangan makanan di sekitarnya. Sebaiknya, letakan melon di meja sampai matang atau simpan dalam kemasan tertutup agar melindungi buah itu sendiri dan sekitarnya di lemari es.

Kembang kol adalah makanan yang sangat sensitif terhadap etilen. Hindari kembang kol dengan makanan mengandung etilen seperti apel, kiwi, melon, dan bawang. Kembang kol membutuhkan udara agar tetap segar. Maka dari itu, simpan kembang kol di tempat yang sedikit terbuka. Kamu bisa menggunakan plastik yang dibolongi dan simpan di kulkas bersama sayuran lainnya. Selain kembang kol, sayuran seperti brokoli, kubis sensitif terhadap etilen.

Jamur rentan menyerap bau dari sekitar, maka dari itu perlu berhati-hati dalam menyimpannya di lemari es. Sebaiknya, simpan jamur di dalam kantong kertas. Cara tersebut akan membiarkan jamur untuk bernapas, mencegah kontaminasi, dan mencegah kelembapan berlebih. Jika kantong terasa basah, ganti dan pastikan kantong yang lembap tidak menyentuh makanan lain.

Memisahkan penghasil etilen dan yang tidak akan mencegah kerusakan pada makanan. Makanan penghasil etilen antara lain alpukat, apel, pisang matang, buah tin, anggur, melon, pir, persik, paprika, kentang, dan tomat.Sedangkan makanan yang sensitif terhadap etilen antara lain pisang, brokoli, kubis, wortel, kembang kol, mentimun, sayuran hijau, selada, bawang, dan labu.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: MarthaStewart
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya