Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kerupuk (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak orang merasa tak lengkap jika makan tanpa kerupuk. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah bisa membangkitkan selera makan.
Mungkin banyak yang menganggap kalau menggoreng kerupuk merupakan hal mudah. Faktanya tak selalu demikian.
Seringkali kerupuk tak mengembang dan keras saat dimakan. Nah, untuk mendapatkan kerupuk yang renyah ada trik yang harus dilakukan. Berikut beberapa cara agar hasil gorengan kerupuk bisa mengembang renyah.
Jemur lebih dulu
Jika menyimpan kerupuk terlalu lama, seringkali kerupuk mentah akan lembap dan ketika digoreng tak akan bagus hasilnya. Jadi untuk mengurangi kelembapan kerupuk, jemur dulu di bawah terik matahari seharian. Kerupuk yang kering akan mengembang sempurna jika digoreng.
![]()
Gunakan minyak panas, jangan memasukkan kerupuk mentah ke dalam minyak yang belum panas. Beberapa kerupuk mungkin akan tetap mengembang renyah, tapi beberapa lainnya justru akan keras atau alot tidak bisa mengembang. Setelah minyak panas, kecilkan, agar kerupuk tidak gosong.

Ini adalah poin penting saat menggoreng kerupuk. Umumnya kerupuk butuh minyak yang banyak dan akan mekar memenuhi penggorengan, jadi pastikan menggunakan wajan besar agar bisa memberi ruang kerupuk mengembang sempurna.
Tidak seperti menggoreng telur yang bisa dengan minyak sedikit, menggoreng kerupuk memang agak boros minyak. Penggunaan minyak dalam jumlah banyak juga sangat membantu kerupuk matang merata dan bisa mengembang maksimal.

Silakan dicoba di rumah, Sahabat Dream.
Laporan Febi Anindya Kirana/ Sumber: Fimela
Dream - Minyak jelantah selalu dianggap kurang sehat untuk dikonsumsi. Pasalnya minyak ini identik dengan minyak bekas yang sudah menghitam dan bisa memicu banyak masalah kesehatan.

Ternyata anggapan tersebut tak sepenuhnya benar. Hal ini diungkapkan oleh Made Astawan, pakar gizi Institut Pertanian Bogor.
“ Tergantung jenis minyaknya. Kalau pakai minyak kelapa yang banyak asam lemak jenuhnya, bisa dipakai berkali-kali,” ujar Made di Ashley Hotel, Jakarta Pusat, Kamis 31 Oktober 2019, dalam acara Nutrifood Research Center Grant 2019.
Minyak jelantah menurut Made hanya boleh dipakai ulang sebanyak 4 kali. Jangan menambah dengan yang baru, tapi harus dibuang dan gunakan minyak baru setelah 4 kali pemakaian.
“ Walaupun praktiknya jarang sekali pedagang kaki lima mengganti minyak, yang ada menambah dan itu sama dengan tidak diganti. Jadi kalau sudah 4 kali harus diganti," ungkap Made.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya