Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Analis keamanan digital terkemuka mengungkap fakta mengejutkan terkait kebiasaan pelaku terorisme cyber yang menginisiasi serangan ke Barat.
Konsultan digital di Errata Security, Robert Graham mengatakan, banyak peretas dari kelompok ekstrim yang mempelajari keterampilan digital. Tujuannya, mengatasi sensor di negara asal si hacker.
Graham mengatakan, para calon peretas itu frustrasi menghadapi perbedaan seksualitas mereka. Dari sana, mereka belajar pada forum-forum komunitas gerakan bawah tanah.
Graham menyebut, untuk dapat masuk ke komunitas digital itu mereka harus mengunggah foto seronok.
" Saya telah menjelajahi laman gelap komunitas itu dan sampai pada beberapa kesimpulan," tulis Graham dikutip dari metro.co.uk, Senin, 5 November 2018.
Motivasi utama para peretas ini adalah hubungan sejenis. Graham mengatakan, kemampuan itu diperlukan karena negara dan sosial masyarakat mereka melarang adanya hubungan sejenis.
Meski begitu, Graham tak dapat menyimpulkan motivasi sesungguhnya mengapa banyak terorisme cyber masuk ke komunitas hubungan sejenis itu.
" Sulit bagi kami untuk memahami motivasi mereka," kata Graham.
Tetapi, Graham punya asumsi lain. Dia menduga asumsi para terorisme cyber itu bukan untuk mendukung membela hak-hak kaum hubungan sejenis.
" Tujuan mereka ialah menikah dan memiliki anak," ujarnya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya