Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tea Inspiration For The 21st Century (Foto: Mutiara/ Dream)
Dream - Teh sudah menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat sejak zaman nenek moyang. Kebiasaan minum teh seakan telah mendarah daging bagi sebagian orang.
Memasuki era modern, teh mulai kehilangan esensi kultural yang sesungguhnya. Maraknya kreasi minuman saat ini mengalahkan teh tradisional yang pernah menjadi 'teman' menikmati hidangan sehari-hari sebagai sajian high tea.
" Teh semestinya dinikmati pada pagi, siang dan sore hari. Namun saat ini orang cenderung meminum apa yang ada. Mereka hanya atau teh manis, ice tea dan fruit tea saja, padahal ada lebih banyak dari itu," kata Eliawati Erly, Vice President Director PT David Roy Indonesia di Jakarta, Senin 19 Agustus 2019.
Dengan mengangkat kembali cita rasa dan seni meminum teh, Dilmah menggelar ajang Tea Inspiration for the 21st Century yang dihelat pada 19-20 Agustus 2019 di Pullman Hotel, Jakarta Pusat.
Jika meracik kopi sudah biasa, kini pakar kuliner diajak berlomba menciptakan seduhan teh terbaik beserta makanan yang cocok untuk dinikmati bersama secangkir teh.

" Kami coba untuk memperluas wawasan masyarakat bahwa ternyata, ada berbagai macam teh yang dapat memberi manfaat pada tubuh jika dinikmati bersama hidangan tertentu. Seperti teh yang membantu mengontrol kadar gula pada dessert," kata Dilhan C. Fernando, Founder & CEO Dilmah.
Peserta diminta menyajikan teh dengan menerapkan 7 nilai dimensi yang terdiri dari Budaya, Personal, Kuliner, Mixology, Sustainability, Teh dan Harmoni.
Salah satu diantaranya adalah sajian teh yang mengusung kosep Bali. Hidangan khas Klungkung, yakni sate lilit disajikan sebagai teman minum teh buah pir.
Sajian high tea semakin lengkap dengan dessert kue klepon yang di-infused dengan ceylon tea. Alunan musik tradisional dipasang untuk meningkatkan suasana ketika para juri menyeruput teh.

Ada pula hidangan unik lainnya seperti Teh Pletok, Pomegranate Cake, Teh Rujak Mangga, Cheese Cake dan Solo Pink Ice Tea. Hidangan para kontestan dinilai langsung oleh chef dan pakar teh kelas dunia, diantaranya Dilhan C. Fernando, Peter Kuruvita, Chandra Yudasswara dan Tomek Malek.
Dream - Warga Inggris dikenal dengan budaya minum teh yang mewah atau disebut high tea. Tak hanya sekadar disajikan dalam mug atau cangkir, tapi acara minum teh ini disiapkan secara khusus.

Penjamuannya dilakukan dengan penuh detail, termasuk kue-kue cantik yang menemaninya. Teh yang disajikan juga bukan daun teh sembarang.
Pasti dipilih yang berkualitas tinggi. Seperti yang disajikan di Rubens at The Palace, sebuah hotel di kawasan London.
Hotel ini menyajikan teh termahal di dunia, yaitu teh Golden Tips. Daun teh ditanam di dataran tinggi Sri Lanka dan dipetik langsung oleh para ahli teh dan pemetik di atas kain beludru.

Harga teh langka ini mencapai £500 atau Rp8,6 juta per teko. Nanti teh akan disajikan oleh pelayan khusus dalam cangkir-cangkir bermotif klasik. Teh ini hanya tersedia di restoran dalam Rubens at The Palace.
Pengunjung dapat menyesapnya sambil menikmati keindahan Buckingham Palace, yang memang posisinya berada persis di depan hotel.

Teh ini digambarkan minuman beraroma kuat dengan tekstur yang halus dan lembut serta sedikit beraroma buah.
Setelah dipesan, teh bakal disajikan dengan ritual khusus. Pertama, dengan menggunakan penjepit emas, daun teh bakal ditimbang secara presisi. Kemudian, teh diseduh dengan air mineral alami.

Setelah beberapa menit, teh dituangkan menggunakan perangkat dengan material perak. Waktu paling tepat meminumnya adalah sebelum mengonsumsi makanan apapun agar lidah bisa mengecap rasa asli teh dengan sempurna.
(ism, Sumber: CNN)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya