BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Jaga Selalu Kesehatan Gigi Bungsu Anak
Dream - Gigi gingsul atau gigi yang tumbuh secara berjejal acap kali dipandang sebagai pemanis senyum. Namun, ada juga yang menganggapnya sebagai perusak penampilan, karena cenderung berantakan.
Ada yang beranggapan kondisi gigi gingsul atau menumpuk ini karena kebiasaan saat kecil yang mengedot atau mengisap jempol. Memang, hal tersebut jadi salah satu faktor pemicunya. Ada
juga faktor lain yang berperan, yaitu riwayat genetik keluarga.
" Gigi gingsul bisa terjadi karena faktor genetik. Misalnya rahang gigi ibunya kecil, tapi gigi ayahnya besar-besar. Nah anaknya kemungkinan mewariskan rahang kecil dengan gigi yang besar, sehingga memunculkan risiko gingsul," ujar Ratu Mirah Afifah, seorang dokter gigi dan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 5 September 2017.
Pemicu lainnya adalah kondisi premature loss. Menurut Mirah, premature loss adalah saat anak masih memiliki gigi susu namun berlubang dan dibiarkan saja sampai copot atau terkikis
sebelum waktunya tanpa diberi penanganan khusus.
" Ketika anak gigi susunya berlubang, jangan didiamkan, justru harus ditambal. Karena nanti malah jadi premature loss dari gigi susu. Peran dari gigi susu itu sebagai guidance untuk gigi tetap di bawahnya. Kalau guidance-nya tidak ada, mereka kehilangan pegangan, makanya bisa terjadi crowding atau gigi berjejal," ungkap Mirah.
Gigi susu juga menjaga pertumbuhan rahang agar sesuai dengan umurnya. Tapi jika terjadi premature loss, gigi susu sudah tak ada dan hanya tinggal akar. Hal ini membuat pertumbuhan
rahang tidak maksimal sehingga terjadilah gigi berjejal atau gingsul.
Untuk penanganannya, menurut Mirah, penderita gigi gingsul sebaiknya pergi ke dokter gigi untuk melakukan perapihan gigi. " Banyak yang bilang pemanis ya gingsul itu, tapi tetap aja.
Sebaiknya dirapikan dengan pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan dari ahlinya," ujarnya.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan