Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Air ketuban jadi penopang penting bagi janin dalam rahim. Berada dalam kantung, air ketuban bisa keluar dengan sendirinya jika terdapat robekan di kantung tersebut. Mengalir melalui serviks serta vagina.
Pecahnya kantong ketuban akan disertai keluarnya hormon dan zat kimia yang memacu kontraksi. Biasanya rasa nyeri kontraksi akan muncul setelahnya dan semakin lama semakin hebat.
Dalam kondiri tersebut, ibu harus segera mendapat pertolongan baik dari dokter atau bidan. Seringkali ibu tak menyadari kondisi air ketuban yang sudah mengalir. Pada kehamilan pertama keluarnya air ketuban seringkali dikira urine.
Sebenarnya air ketuban dan urine sangat berbeda. Air ketuban cenderung berwarna buram dan bukan kuning seperti urine. Air tersebut juga tak memiliki aroma menyengat. Jika ibu
mengalami pecah ketuban sementara masih berada di rumah atau di lokasi yang jauh dari klinik atau rumah sakit, cobalah tetap tenang.
Tahan pelvis seperti senam kegel atau seperti ketika menahan buang air kecil. Jika air tetap mengalir, dipastikan itu adalah air ketuban. Tapi jika aliran terhenti, air tersebut merupakan
urine.
Segera cari pertolongan untuk segera ke rumah sakit. Agar lebih terasa nyaman kenakan pembalut selama perjalanan. Cara ini juga bisa membantu dokter menganalisis kondisi janin dalam rahim.
Jangan menunda, pecah ketuban harus segera mendapat tindakan medis yang cepat. Hal ini demi menyelamatkan nyawa ibu dan janin.
Sumber: Momjunction
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest