Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Alat Kontrasepsi IUD
Dream - Alat kontrasepsi kini sudah sangat beragam dan mudah didapatkan. Mulai dari kondom, pil, IUD, patch hingga suntik. Namun jauh sebelum berkembangnya metode kontrasepsi yang canggih, cara-cara 'gila' pernah dilakukan.
Mungkin Anda tak pernah membayangkan sebelumnya kalau orang-orang zaman dahulu sudah punya cara sendiri untuk mencegah kehamilan, atau lebih tepatnya mencegah sperma membuah sel telur.
" Cara paling kuno untuk mencegah kehamilan adalah metode 'menarik' penis atau dalam Alkitab tertulis coitus interruptus," ujar Dr. Mary Jane Minkin, profesor klinis obstetri dan ginekologi Yale School of Medicine, seperti dikutip dari Buzzfeed.
Namun nenek moyang dulu tak mau begitu saja 'menyerah' dengan metode tersebut. Mereka pun mencari cara agar hubungan seksual tetap bisa terjadi tapi tanpa berujung kehamilan. Caranya ini cukup ekstrem dan membuat Anda geleng-geleng kepala.
- Menutup leher rahim dengan kotoran buaya
Pada sekitar 1850 sebelum masehi, perempuan Mesir kuno akan mengambil kotoran buaya dan memasukkannya ke area serviks atau leher rahim sebelum berhubungan seks untuk menghalangi masuknya sperma. Mereka biasanya mencampurnya dengan madu karena dikenal dengan sifat antibakterinya dan membantu kotoran menempel di dekat serviks.
Fakta bahwa hal tersebut dilakukan terdokumentasi dalam sebuah manuskrip kuno yang berumur ribuan tahun. Dari catatan yang ditemukan, diungkapkan kalau cara itu cukup populer.
- Madu dijadikan 'pembunuh' sperma
Perempuan Mesir kuno juga menggunakan beberapa metode penghalang yaitu memblok sperma agar tak masuk ke rahim. Caranya dengan menggunakan madu. Hal ini terungkap dari catatan yang ditemukan dari tahun 1550 sebelum masehi di M di Ebers Papyrus, salah satu teks medis tertua di dunia. Perempuan dulu membuat campuran madu dan daun akasia. Campuran tersebut lalu dimasukkan ke saluran vagina karena bersifat mematikan sel sperma.
- Menelan merkuri
Dipercaya bahwa perempuan China dulu mengonsumsi merkuri cair atau dalam bentuk tablet setelah melakukan hubungan seks agar tidak hamil. Hal itu karena karena mencegah terjadinya pembuahan. Efektivitas merkuri dalam mencegah kehamilan patut dipertanyakan. Namun yang pasti merkuri memberi efek samping sangat berbahaya yaitu kejang, sakit kepala, gagal ginjal, hingga kematian.
- Kandung kemih binatang
Mulai sekitar 700 sebelum masehi, orang Romawi kuno akan menggunakan kandung kemih dari kambing, domba, dan hewan lainnya untuk membungkus penis saat melakukan hubungan seksual. Orang Romawi mengembangkan hal ini demi kesehatan masyarakat dan melindungi perempuan dari penularan penyakit kelamin seperti sifilis.
Awalnya kandung kemih ini ditujukan sebagai perlindungan penyakit, tapi kemudian jadi cara efektif mencegah kehamilan. Konsep kandung kemih ini juga berkembang jadi produk kondom modern seperti yang banyak dipakai saat ini.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari