Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kreativitas dapat muncul kapan saja dan di mana saja. Seorang lelaki asal Shenyang, Liaoniong, China, Niu Tianyuan, memainkan perkusi dari irama-irama yang dibuat asisten iOS, Siri.
Niu Tianyuan melodi kreatif dengan gong, drum logam dari berbagai ukuran dan dua tongkat kayu dengan irama-irama yang dibuat oleh Siri.
" Saya menemukan Siri membuat ritme yang mengilhami saya untuk bermain dengannya," kata Niu, dikutip dari Global Times, Jumat, 28 Desember 2018.

Memainkan perkusi bareng Siri
Niu telah bermain perkusi selama 10 tahun. Dia tidak hanya memainkan perkusi klasik di Liaoning Symphony Orchestra, namun juga melakukan pertunjukan perkusi kreatif.
Niu memainkan instrumen tradisional dan barang-barang rumah tangga seperti karton. Aktivitas itu " untuk mempopulerkan perkusi," kata dia.
" Hahaha pemain itu benar-benar penyihir musik," kata Helloail.
Dream - Pemerintah Tunisia akan mengirim para muazin di negaranya belajar ke sekolah musik, Tunisians Rachidi Music Institute. Mereka diminta untuk belajar vokal di lembaga pendidikan musik formal.
Penyebabnya, pemerintah Tunisia menganggap para muazin kerap melantunkan azan tidak dengan benar. Selain itu, suara mereka tidak enak didengar, terutama saat berazan.
Menteri Agama Tunisia, Ahmed Adhoum, mengatakan pelatihan vokal tersebut dijalankan dengan tujuan agar para muazin melafalkan azan sesuai budaya Tunisia. Dia meyakini inisiatif unik ini akan memperkuat identitas Tunisia sebagai negara Muslim di kawasan Afrika Utara.
" Terlebih lagi, cara membaca Alquran kami cukup berbeda dari negara lainnya," tambah Ahmed.
Direktur Institut Pendidikan Tinggi Akidah Universitas Al Zaytoonah, Al-Shadi Shoro, mengatakan tujuan dari inisiatif ini adalah untuk membangun identitas Tunisia. Kementerian Agama akan mengajarkan pengucapan makhraj yang benar kepada para muazin.
" Para muazin akan dilatih langsung oleh profesor fonetik dan musik terbaik. Usaha ini bukan untuk mengikuti tren baru azan," kata Shoro.
Menurut Shoro, selama ini pemerintah menerima aduan dari masyarakat terkait azan yang dikumandangkan dengan suara kurang enak didengar. Selain itu, Kemenag Tunisia juga akan meninjau penggunaan pengeras suara di setiap masjid.
Shoro berharap suara azan tidak pecah dan nikmat didengar. Dia meyakini hal itu bisa memengaruhi umat untuk datang ke masjid.
" Kami ingin agar suara para muazin terdengar merdu sehingga bukan hanya umat Islam yang senang, tapi juga para turis bisa menikmati azan," tambah Shoro.
Pada tahap pertama, prakarsa ini akan diadakan di sejumlah masjid besar di sekitar ibu kota Tunis. Nantinya, pelaksanaannya diperluas ke masjid-masjid di seluruh Tunisia.
(Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya