Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Delegasi Kuliner Indonesia (Sumber: Indonesia.travel)
Dream - Indonesia ditunjuk sebagai tamu kehormatan yang mengangkat kekayaan rempah dan bumbu pada acara Frankfurt Book Fair 2015.
Acara tersebut akan diselenggarakan pada 13-18 Oktober 2015 mendatang. Terpilihnya Indonesia menjadi yang pertama kali dalam sejarah 400 tahun Frankfurt Book Fair. Sebelumnya juga tak pernah ada tamu kehormatan yang menampilkan kuliner sebagai daya tarik programnya seperti Indonesia.
Dalam even bergengsi tersebut, selain berkesempatan menampilkan buku-buku dan karya intelektual Tanah Air, Indonesia juga berkesempatan memperkenalkan kepada dunia potensi dan keragaman kulinernya lewat sebuah program yang dikemas secara apik dengan slogan " Spice it Up" atau " Bumbui" .
Nantinya, program tersebut akan diperkenalkan di Frankfurt, Jerman oleh tim kuliner Indonesia yang terdiri dari 25 tokoh kuliner dan juru masak ternama, antara lain Sisca Soewitomo, Bara Pattiradjawane, Bondan Winarno dan Janet Dee Neefe pendiri Ubud Food Festival. Mereka akan meramu masakan dari Sumatera hingga Maluku.
" Tim ini adalah delegasi kuliner terbesar yang pernah dikirim oleh Indonesia, lengkap menampilkan kuliner dari berbagai sisi," ujar William Wongso, pakar kuliner yang selama 30 tahun telah berkeliling ke lebih dari 20 negara sebagai duta diplomasi kuliner Indonesia, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pariwisata.
Selain memperkenalkan masakan Indonesia, berbagai buku masak dan buku bertopik kuliner Indonesia juga akan dihadirkan dalam kesempatan ini. Tak hanya itu, kota Frankfurt juga akan diramaikan dengan keberadaan makanan jalanan (street food) yang dijajakan dengan gerobak-gerobak kaki lima ala Indonesia.
Untuk diketahui, Frankfurt Book Fair (FBF) merupakan ajang pertemuan buku internasional terbesar di dunia. Memiliki sejarah panjang sejak 400 tahun lalu, FBF menjadi ajang pertukaran karya intelektual dengan pengunjung tahunan lebih dari 400 ribu orang yang berasal dari 130 negara.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam