Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Bahan Makanan (Foto: Pixabay)
Dream - Berbelanja bahan makanan tentunya jadi kegiatan wajib. Ada yang melakukannya bulanan, mingguan, dua mingguan atau setiap hari. Demi memenuhi kebutuhan dapur hingga akhir bulan, belanja harus dilakukan dengan efektif.
Jangan sampai anggaran belanja membengkak, lantaran uang yang harus membeli bahan makanan digunakan untuk membeli produk yang tidak terlalu dibutuhkan. Biasanya anggaran belanja 'bocor halus', ketika kita belanja bulanan.
Untuk mencegahnya, pastikan sebelum berbelanja, buat catatan khusus.
Seperti dilansir The Spruce, salah satu caranya yakni menuliskan bahan, serta produk yang memang dibutuhkan setiap bulannya secara detail hingga jumlahnya. Agar lebih efektif, sambil membuat catatan lihatlah persediaan di rumah.
Jika tidak, nantinya bisa membeli bahan makanan atau kebutuhan yang ternyata jumlahnya masih cukup banyak di rumah. Buatlah daftar belanja sesuai dengan tata letak toko.
Sesampainya di toko, cari selembaran di dekat pintu yang menawarkan pembelian khusus atau promosi penjualan. Tambahkan ke daftar jika sesuai dengan rencana belanja atau jika mudah disimpan.

Hindari buah dan sayuran yang sudah dipotong jika ingin menghemat uang. Karena produk-produk 'bernilai tambah' ini biasanya cukup mahal dan tidak segar seperti produk utuh.
Saat berbelanja dan menelusuri daftar, pastikan produk yang dibeli cocok dengan lembaran promosi, bandingkan harga secara konstan.
Pilihlah produk yang memiliki kualitas sama dengan nama merek yang lebih mahal. Biasanya dikemas oleh pengemas yang sama namun lebih murah karena tidak ada biaya iklan yang dimasukkan ke dalam harga.
Periksa tanggal pembuatan dan kedaluwarsa pada setiap produk. Pastikan juga segel masih aman, kaleng tidak penyok atau bocor, dan kemasan tidak robek, sobek, atau hilang.
Selalu perhatikan keamanan makanan saat berbelanja. Jangan letakkan makanan mentah yang perlu dimasak, di atas bahan makanan yang bisa langsung dikonsumsi. Agar bahan makanan beku tetap dingin sampai dirumah.

Saat menunggu di kasir, jangan tergoda untuk membeli barang yang tak diperlukan, seperti permen, baterai, majalah, dan barang lainnya. Cek kembali harga dengan pemindai untuk memastikan harga yang diambil benar.
Setelah selesai berbelanja, langsung pulang dan taruh semua bahan makanan segar ke dalam lemari es dan freezer sesegera mungkin. Ingat, makanan dingin hanya bisa didiamkan pada suhu kamar selama dua jam.
(ism, Laporan: Mega Rasmiyati)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?