Bateeq Padukan Gaya Retro dan Batik dalam Koleksi ‘Nostalgia’

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Senin, 30 Agustus 2021 18:35
Bateeq Padukan Gaya Retro dan Batik dalam Koleksi ‘Nostalgia’
Intip yuk koleksi baru Bateeq

Dream - Brand fesyen lokal, Bateeq, akan merilis koleksi runway terbarunya dengan tema " Nostalgia" pada 31 Agustus 2021. Hadir dengan tema retro, koleksi ini dikemas dengan gaya sartorial dan sentuhan preppy.

" Bateeq mengambil tema ini karena kami ingin membawa masyarakat melihat ke era 90 dimana kala itu sangat bebas dan para anak muda bisa hang out kemana saja,” jelas Galuh Nurita, Perancang Bateeq saat Diskusi Media, 30 Agustus 2021.

Bateeq© Istimewa/ Bateeq

Galuh ingin membawa semangat anak muda pada era sebelumnya kepada generasi muda masa kini, agar tetap memiliki semangat yang sama meskipun di tengah keterbatasan pandemi.

Pada koleksi retro kali ini, Bateeq menghadirkan motif batik tradisional dalam model busana nuansa retro yang identik didominasi oleh bentuk geometris dan pola yang repetitif.

1 dari 2 halaman

Motif Tinari dan Lurik

Pada tahun ini, Tinari dan Lurik akan menjadi motif utama yang dikeluarkan Bateeq. Paduan antara garis, bentuk dan isen dalam motif-motif ini akan menyiratkan arti mendalam dalam bentuk pesan, doa atau harapan.

Seperti Tinari yang merupakan perhitungan khusus perjodohan dalam Weton Jawa dihadirkan menjadi motif utama. Harapan pada pasangan Tinari digambarkan dalam 2 jenis motif, yaitu motif Kawung berbentuk bulat yang berarti kesempurnaan, kemurnian dan kesucian, dan motif Banji berbentuk garis yang berarti keteraturan dalam kehidupan.

Bateeq© Istimewa/ Bateeq

“ Kita juga pakai motif lurik yang tujuannya juga memberdayakan para pengrajin lansia di klaten. Dan itu jadi upaya kita membantu mereka dan melestarikan budaya juga,” tambah

© Dream
2 dari 2 halaman

Melestarikan Budaya Indonesia dan Lingkungan

Menghadirkan motif Batik di setiap koleksi merupakan upaya dalam melestarikan budaya Indonesia. Namun tidak berhenti disitu, Bateeq juga memiliki keinginan untuk menjadi sirkular, dengan turut mengkaryakan masyarakat dalam proses pembuatan pakaiannya.

Salah satu bentuk nyata yang sudah dilakukan ialah dengan mengirimkan benang hasil olahan sisa kapas kepada para pekerja lansia di Klaten untuk ditenun menjadi bahan lurik.

Bateeq© Istimewa/ Bateeq

“ Koleksi kami menggunakan BCI cotton (Better Cotton Initiarive and Cotton USA) yang menggunakan sedikit air. Jadi dapat dikategorikan ramah lingkungan,” tambah Miranti

Bahan ini pun selalu dihadirkan dalam koleksi Runway, termasuk koleksi Nostalgia sebanyak 3 styles.

Koleksi ini akan menampilkan 13 pakaian wanita dan 8 pakaian pria dengan harga Rp. 800.000 hingga Rp. 1.500.000.

Beri Komentar