Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Beredarnya bon makanan mahal Anyer di sosial media, Facebook, membuat cemas para pemilik rumah makan di sekitaran jalan raya Anyer, Banten. Mereka takut hal itu dapat mengancam usahanya.
Imas, salah seorang pemilik rumah makan 'Teh Imas' yang berada di tepi Jalan Raya Anyer merinding melihat mahalnya harga yang tertera pada bon yang tersebar di Facebook.
" Merinding saya lihatnya, mahal banget ikan bakar sampai 400 ribu," kata Imas.
Imas tidak percaya kalau bon makan itu dari rumah makan yang berada di area wisata Pantai Anyer. Karena di dalam bon tidak tercantum nama rumah makan. " Kalau di sini walau rumah makan lesehan kecil, pasti ada nama rumah makannya di bon," kata Imas.
Dia kini merasa resah akibat tersebarnya bon tersebut. " Yah pengunjung bisa nggak datang lagi karena takut. Bisa bangkrut dan tutup usaha kita semua di sini," ujarnya.
Sidak
Wakil Bupati Kabupaten Serang, Ratu Tatu Chasanah telah melakukan sidak ke sejumlah rumah makan lesehan yang berada di area wisata Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Ratu ingin membuktikan langsung soal bon makanan mahal di Anyer yang membuat heboh sosial media.
Dalam sidaknya kemarin, Ratu Tatu melihat langsung daftar harga dan menu yang ada di rumah makan. Ratu Tatu datang ke sejumlah rumah makan lesehan Muaro dan rumah makan Teh Imas yang berada di tepi jalan Raya Anyer.
Ia langsung mengecek daftar harga dan menu yang ada di setiap meja. Dia pun mengambil sebuah bon hasil pembayaran dari seorang pengunjung yang baru saja melakukan transaksi pembayaran.
Saat pengecekan tidak ditemukan kejanggalan dalam harga yang ada di daftar dan bon hasil pembayaran pengunjung pun masih dengan tarif normal.
" Saya sudah melihat bon yang tersebar, makanya saya langsung turun. Mau membuktikan harga di lapangan aslinya seperti apa. Hasilnya harga makanan di sini masih normal dan pengunjung juga tadi kita tanya langsung juga mengatakan harga yang ada juga cukup murah dan normal," kata Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Rabu 9 September 2014.
Tatu merasa resah dengan bon yang tersebar di sosial media. Karena dapat berdampak fatal bagi wisata di Anyer. " Kasian atuh masyarakat yang usaha, bisa turun pengunjungnya," kata dia
Meski begitu, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap rumah makan yang berada di Pantai Anyer dan wilayah lainnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya