Louis Vuitton Bikin Hand Sanitizer dan Dibagikan Gratis

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 18 Maret 2020 06:12
Louis Vuitton Bikin Hand Sanitizer dan Dibagikan Gratis
12 juta ton hand sanitizer itu diproduksi tidak untuk mendapatkan untung.

Dream - Semua pihak bergerak untuk membantu mengurangi penyebaran virus corona baru, Covid-19 yang sudah menyerang ratusan negara di dunia. Tak hanya mereka yang bergerak di bidang kesehatan, para pemilik brand kenamaan dunia juga turut melakukan upaya pencegahan.  

Dari industri fashion dunia, pemilik brand ternama dunia seperti Louis Vuitton, Christian Dior dan Sephora berkontribusi pada pencegahan virus corona dengan memproduksi hand sanitizer.

Dilansir dari Times of India, Minggu kemarin para produsen brand fashion tenar ini menyatakan akan membuat gell sanitizer untuk mencegah penyebaran virus corona. Menggunakan bahan baku yang ada, Louis Vuitton membantu masyarakat mendapatkan hand sanitizer ini di tengah aksi panic buying akibat penyebaran virus tersebut.

“ LVMH akan menggunakan lini produk parfum dan kosmetik untuk memproduksi lebih banyak gel hidroalkoholik mulai 16 Maret,” kata LVMH. Pandemi ini menyebabkan sulitnya seseorang mendapatkan hand sanitizer.

Hingga saat ini, terlapor lebih dari 4500 kasus dan 120 kematian di Prancis. Dan hand sanitizer ini akan sangat membantu menekan angka tersebut. LVMH akan menggunakan tiga unit pembuatan parfum untuk membuat gel hidroalkoholik.

Unit tersebut biasa digunakan untuk pembuatan parfum dari brand Guerlain, Dior dan Givenchy. Dalam seminggu, akan diproduksi sebanyak 12 ton gel disinfektan.

Gel sanitizer yang diproduksi akan dibagikan gratis di Prancis dan beberapa cabang rumah sakit di Eropa. Mereka tidak bertujuan untuk mendapatkan untung dari penjualan hand sanitizer dan hal tersebut ramai dibicarakan oleh warganet.

“ Gel ini akan diberikan gratis untuk keperluan kesehatan,” pungkas LVMH.

1 dari 6 halaman

Virus Corona Merebak, Hand Sanitizer Dijual Rp9 Ribu/Tetes

Dream - Di tengah pandemi virus corona baru, Covid-19, semua orang di seluruh dunia berusaha untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Mereka juga berupaya agar tempat tinggalnya bersih dan higienis.

Hand sanitizer menjadi senjata untuk menjaga kebersihan tangan. Sehingga tak heran kini harga produk kesehatan itu melambung. Dan, peningkatan harga itu dimanfaatkan seorang remaja di Inggris.

Dikutip dari World of Buzz, Minggu 15 Maret 2020, seorang remaja dari Leeds, Inggris, terpaksa dipulangkan dari sekolah. Alasannya, remaja berusia 13 tahun itu menjual hand sanitizer kepada teman-temannya. Bukan perbotol, apalagi perboks. Melainkan pertetes.

Satu tetes dihargai sekitar Rp9.000. Pria muda itu telah menjual 18 tetes dengan total pendapatan Rp166.000.

2 dari 6 halaman

Beli Kebab dan Kentang

Remaja ini mendengarkankabar radio yang menyarankan masyarakat sering mencuci tangan dan membersihkannya. Saat menunggu bus, dia pergi ke pusat perbelanjaan dan membeli hand sanitizer seharga 1,6 poundsterling atau sekitar Rp29.000.

Remaja itu memamerkannya kepada teman-temannya. Kawan-kawannya memberikan ide bahwa hand sanitizer itu bisa dijual. Dengan keuntungan dari bisnisnya, remaja itu bisa membeli kebab dan keripik kentang.

Sang ibu menyebut tak bisa mendisiplinkan anaknya. Dia tidak bisa menghukum sang anak karena bisnis hand sanitizer.

3 dari 6 halaman

Tak Perlu Bikin Masker dan Hand Sanitizer Sendiri, Cukup Cuci Tangan

Dream - Banyak orang memborong masker dan hand sanitizer, setelah pemerintah mengumumkan ditemukannya kasus corona positif di Indonesia. Harganya menjulang dan barangnya pun langka di pasaran.

Hal ini membuat beberapa orang membuat sendiri masker, baik dari tisu basah maupun kain. Cara ini mungkin yang paling bisa dilakukan tapi sebenarnya malah tidak efektif sebagai perlindungan.

 

  © Dream

 

" Saya tidak yakin bahwa membuat masker sendiri di rumah adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan. Secara paradoks tidak melindungi dan justru meningkatkan risiko infeksi jika orang menyentuh wajah mereka dan memiliki perlindungan yang salah," ujar Amesh A. Adalja, M.D., senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

4 dari 6 halaman

Masker Tisu Tak Efektif

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat bahkan tidak merekomendasikan penggunaan masker di luar kebutuhan (dalam kasus ini merupakan petugas kesehatan). Hal ini karena COVID-19 merupakan virus yang menyerang pernapasan yang menular dari orang ke orang dengan jarak 6 kaki atau sekitar 2-3 meter.

Terlebih, masker berbahan tisu atau kain bukan jenis yang terbukti efektif. Adapun jenis masker yang efektif mengurangi paparan partikel droplet yaitu disebut dengan masker/respirator N-95.

Tanpa masker yang benar-benar pas, tertutup rapat, bahkan dengan N-95, terlebih buatan sendiri justru meningkatkan risiko infeksi. Intinya, jangan pernah membuat sendiri masker.

5 dari 6 halaman

Bagaimana dengan cairan antiseptik buatan?

Banyak juga video viral yang memberi tahu cara membuat hand santizer atau cairan antiseptik buatan.CDC menyarankan menggunakan hand sanitizer yang mengandung minimal 60% alkohol (etanol/etil-alkohol) jika tidak ada sabun.

Resep populer yang menyebar online termasuk kombinasi alkohol, minyak esensial, dan gel lidah buaya. " Sebaiknya Anda tidak berharap metode ini efektif dan aman," ujar Birnur Aral, PhD, direktur Health, Beauty and Environmental Sciences di Good Housekeeping Institute.

Misalnya, resep populer yang viral menyarankan menggunakan 2/3 cangkir 99% alkohol (isopropil-alkohol) atau etanol (etil-alkohol atau alkohol) sebagai bahan aktif antimikroba yang menghasilkan 66% bahan aktif.

" Bedanya produk yang lulus aturan FDA memiliki keefektifan dan keamanan yang teruji," ujar Aral.

6 dari 6 halaman

Cuci Tangan

Aturannya menentukan tingkat minimum isopropyl-alkohol yaitu 70% di hasil akhirnya atau minimum 60% etil-alkohol. Jadi, jika menggunakan isopropil-alkohol sebagaimana dianjurkan dalam resep, yaitu 2/3 cangkir, hadil akhirnya harus mencapai target minimum, yaitu 70%, catat Aral. Begitupun jika etanol yang ingin digunakan maka harus mencapai tingkat minimumnya sebagaimana disarankan oleh FDA, yaitu 60%.

Beberapa racikan menambahkan minyak tertentu, namun jumlahnya tidak cukup untuk membunuh virus. Untuk orang awam penakaran yang tepat agar bahan bekerja efektif sangat sulit dilakukan.

Justru ada cara yang jauh lebih mudah dari hal itu, yaitu cuci tangan dengan sabun. Daripada membuat masker atau hand sanitizer sendiri, lebih baik cuci tangan sesering mungkin.

Laporan Fitri Syarifah/ Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting